Kamis 04 Jul 2013 15:23 WIB

Pemkot Jakut Fasilitasi Gerakan Ekonomi Syariah

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
 Nelayan menjaring ikan di sekitar dermaga apung di Kanal Banjir Timur, Marunda, Jakarta Utara, Senin (4/2).   (Republika/Adhi Wicaksono)
Nelayan menjaring ikan di sekitar dermaga apung di Kanal Banjir Timur, Marunda, Jakarta Utara, Senin (4/2). (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota (pemkot) Jakarta Utara (Jakut) memfasilitasi sosialisasi Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!). Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono akan mendukung jika ada perbankan syariah ataupun lembaga keuangan syariah lainnya yang ingin mensosialisasikan kegiatannya. "Kami akan bantu dan support," ujar Bambang di Marunda, Jakarta Utara, Kamis (4/7). 

Ekonomi syariah, kata Bambang, identik dengan kegiatan ekonomi riil. Untuk itu Pemkot Jakut akan mengembangkan perekonomian masyarakat, seperti pedagang makanan, barang kerajinaan ataupun destinasi wisata.

Di Jakut, tepatnya di Kampung Marunda terdapat kediaman pendekar legendaris Betawi, si Pitung. Jika destinasi wisata ini dikembangkan, maka sektor pendukung juga akan berkembang, misalnya seperti makanan ataupun cinderamata khas Jakut. "Ini akan menciptakan lapangan kerja. Kami akan mengembangkan gerakan ekonomi syariah termasuk ekonomi kreatif," ujarnya.

Rumah Si Pitung saat ini menjadi cagar budaya. Bambang mengimbau agar setiap akhir pekan, warga setempat memberi suguhan tontonan menarik bagi pengunjung, seperti pencak silat. Selain memberi kontribusi  perekonomian, hal tersebut diyakini dapat memberikan kegiatan positif bagi anak muda. "Jika destinansi ini diwujudkan maka akan menciptakan kesejahteraan yang berujung pada kemakmuran warga," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement