Sabtu 29 Jun 2013 11:43 WIB

Keren, Minyak Atsiri Lebak Kini Mendunia

Minyak Atsiri (ilustrasi)
Minyak Atsiri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK-- Minyak atsiri produk kerajinan usaha kecil dan menengah (UKM) Kabupaten Lebak, Banten, mendunia karena permintaan pasar internasional cukup tinggi.

"Kita terus mengembangkan kerajinan minyak atsiri guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin di Rangkasbitung, Sabtu (29/6).

Produksi minyak atsiri Kabupaten Lebak menembus pasar Benua Eropa dan Amerika Serikat melalui eskportir perusahaan dari Cianjur, Jawa Barat.

Perusahaan tersebut kembali mengelola produk dari UKM Lebak dengan menggunakan laboratorium dan peralatan canggih lainya hingga kemasan botol.

"Kalau harga ekspor yang sudah diproduksi perusahaan Cianjur mencapai Rp20 juta per kilogram, sedangkan harga dari perajin Rp150.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan saat ini UKM minyak atsiri berkembang di Kecamatan Bayah karena terdapat perkebunan cengkih sebagai dasar bahan baku produk tersebut. Para perajin memproduksi minyak atsiri dengan mengunakan bahan daun cengkih.

Proses pembuatan minyak atsiri itu menggunakan peralatan penyulingan untuk menyerap kandungan minyak yang ada dalam daun cengkih itu.

Setelah itu, para perajin mengumpulkan cairan minyak atsiri ke penampungan. "Mereka para UKM itu menjual minyak atsiri ke perusahaan Cianjur hanya berbentuk minyak dasar saja, karena tidak memiliki peralatan canggih itu," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan terhadap perajin UKM minyak atsiri karena bisa menyerap lapangan pekerjaan.

Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Keberadaan produk UKM minyak atsiri benar-benar dapat mengharumkan nama Kabupaten Lebak sebab label kemasan botol itu terdapat hasil perajin UKM Lebak.

"Kami berharap produk usaha ini tumbuh dan berkembang, sehingga bisa mengatasi pengangguran dan menekan kemiskinan," katanya.

Ia menyebutkan, produk minyak atsiri itu untuk digunakan pengobatan masuk angin, patah kaki, mengatasi gejala pusing-pusing, darah tinggi, menekan kolestorel dan penyakit lain-lainya.

Kelebihan minyak atsiri Kabupaten Lebak mengeluarkan bau aroma yang tidak menyengat hidung juga manfaatnya cukup besar bagi kesehatan tubuh. "Kemungkinan kelebihan itu menjadikan daya tarik sendiri bagi konsumen luar negeri itu," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement