Selasa 25 Jun 2013 11:52 WIB

Akibat Perselisihan Pajak, Ekspor LNG Nigeria Terhenti

KIlang LNG (ilustrasi)
KIlang LNG (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LAGOS -- Otoritas maritim Nigeria telah menghentikan ekspor gas alam cair (LNG) dari negara tersebut karena sengketa biaya dan pajak, memblokir kapal pada fasilitas produksi sekitar tujuh persen dari pasokan LNG global, demikian pernyataan resmi pejabat setempat, Senin (24/6).

"Badan maritim mulai memblokir kapal-kapal pada terminal LNG di Nigeria sejak Jumat (21/6) sore selama sengketa yang sudah berjalan lama dan situasi tidak berubah pada hari Senin (24/6)," kata juru bicara lembaga itu.

Pemegang saham Nigeria LNG (NLNG) termasuk Shell sekitar 25,6 persen, perusahaan negara NNPC dengan saham 49 persen, Total LNG Nigeria 15 persen dan Eni sebesar 10,4 persen.

Menurut NLNG, dua kapal badan maritim Jumat (21/6) lalu yang memerintahkan agar salah satu kapal NLNG, LNG Imo, dan satu kapal carteran, Torm Thames, tetap di tempat muatan NLNG, sementara kapal NLNG lain yakni LNG Oyo, tetap di luar Bonny Channel sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Badan ini kemudian mengeluarkan perintah penahanan kapal pada 22 Juni 2013, khusus menahan tiga kapal NLNG (LNG Enugu, LNG Oyo, LNG Imo) dan melarang mereka mengakses atau meninggalkan tempat muat perusahaan itu," kata NLNG dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara NLNG mengatakan pada Senin (24/6) waktu setempat tidak ada perubahan dan menuduh bahwa blokade itu melanggar perintah pengadilan mencegah tindakan tersebut. Perusahaan mengatakan pihaknya melakukan pembayaran 20 juta dolar AS di bawah protes menyusul memanasnya sengketa Mei saat membawa masalah ini ke pengadilan. "Implikasi potensial aksi saat ini dengan (otoritas maritim) pada operasi NLNG sangat besar ... ", kata NLNG dalam pernyataannya yang mengutuk blokade.

Blokade diberlakukan oleh Badan Keselamatan Administrasi Maritim Nigeria, yang dikenal dengan singkatan NIMASA. Pihak NIMASA mengatakan telah menyampaikan pemberitahuan penahanan/ perintah pada kapal milik/disewa oleh Nigeria Liquefied Natural Gas Company Limited (NLNG).

Juru bicara NIMASA Isichei Osamgbi membantah terlibat dalam kasus pengadilan dengan NLNG dan diduga perusahaan berutang lebih dari 20 juta dolar AS yang dikatakan dibayar, tapi menolak untuk memberikan angka spesifik. Nigeria mengekspor sebanyak 19,6 juta metrik ton LNG pada 2012. Produksi tersebut merupakan keempat terbesar di seluruh dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan riset IHS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement