Rabu 19 Jun 2013 16:47 WIB

Kadin Minta Pengusaha Tak Naikkan Harga Produk Secara Berlebihan

Harga sembako melonjak.   (ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Harga sembako melonjak. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan perlu penyesuaian harga untuk produk dalam negeri akibat rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), namun sebaiknya penyesuaian itu jangan berlebihan.

"Penyesuaian memang diperlukan, namun jangan menaikkan harga secara berlebihan," kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto, saat menghadiri Focus Group Discussion Penyusunan Platform Kebijakan Industri Nasional, di Jakarta, Rabu (19/6).

Suryo mengatakan, sesungguhnya dari kalangan pengusaha harus melakukan perhitungan yang tepat terkait dampak yang terjadi akibat dari kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. "Saya rasa tidak terlalu menakutkan seperti yang diperkirakan, memang kenaikan pasti ada, namun harus dihitung secara benar," ujarnya.

Suryo menjelaskan, namun apabila pemerintah ingin membantu dunia usaha akibat kenaikan harga BBM tersebut, bisa berupa kebijakan fiskal ataupun moneter. "Bisa saja berupa keringanan pajak atau penurunan bunga pinjaman perbankan," ucapnya.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Perindustrian, kenaikan BBM premium sebesar 44 persen hanya akan menyebabkan kenaikan biaya produksi rata-rata sebesar 1,2 persen. Namun, kenaikan harga BBM untuk premium sebesar 44 persen dan solar 22 persen memang akan berdampak langsung pada peningkatan biaya transportasi masing-masing sebesar 23,8 persen dan 11,9 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement