Jumat 26 Apr 2013 09:59 WIB

Investasi Syariah Mampu Ungguli Konvensional

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
Pembangunan infrastruktur sebagai penjaminan bagi sukuk, ilustrasi
Foto: Fanny Octavianus/Antara
Pembangunan infrastruktur sebagai penjaminan bagi sukuk, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Produk investasi syariah mampu mengungguli investasi konvensional di Malaysia. Berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan investasi Franklin Templeton, 50 persen responden Malaysia lebih memercayai investasi syariah dibanding konvensional.

Kepala Franklin Tempeton Malaysia, Sandeep Singh mengatakan responden lebih memilih investasi berbasis syariah karena dinilai lebih etis lantaran tidak melanggar prinsip-prinsip Islam. "Selain itu, instrumen investasi syariah juga memiliki eksposur risiko lebih rendah," ujar Singh, seperti dikutip dari Borneo Post,  Jumat (26/4).

Singh mengatakan logam mulia akan menjadi pilihan investasi favorit di Malaysia pada 2013 hingga sepuluh tahun ke depan. Survei juga menunjukkan kesadaran kuat di kalangan investor Malaysia untuk memanfaatkan dan mengejar berbagai peluang investasi yang ada.

Investor Malaysia yakin 86 persenn invetasi lokal akan mencapai tujuannya. Mereka mengharapkan tingkat pengembalian investasi meningkat dari 8,5 persen di 2012 menjadi 11,5 persen pada 2013. "Malaysia optimis menerima tingkat pengembalian lebih tinggi selama 10 tahun ke depan dengan perkiraan 19,5 persen," kata Singh.

Optimisme investor Malaysia tersebut sejalan dengan sentimen investor regional yang lebih luas. Pada umumnya investor di Asia menampilkan kondisi positif. Sebagian investor Asia Pasifik optimis dengan pasar saham nasional mereka. "Harapan positif investor  disebabkan negara-negara di Asia menampilkan fundamental ekonomi solid dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement