Jumat 19 Apr 2013 16:33 WIB

Sektor Jasa Berpotensi Naikkan Daya Saing Indonesia

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
Foto: Antara/Ismar Patrizki
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan menyatakan bahwa sektor jasa dalam negeri berpotensi menaikkan daya saing dan rantai nilai Indonesia dalam perekonomian global. "Peran sektor jasa dalam perdagangan internasional sangat penting dan oleh karena itu sangat penting bagi Indonesia untuk terus mendukung sektor ini," kata Gita dalam Indonesia Service Dialogue yang berlangsung di Surabaya, Jumat (19/4).

Sebanyak 50 persen perdagangan global berada di sektor jasa. Sementara 60 persen tenaga kerja di seluruh dunia bekerja pada sektor tersebut. Rata-rata kontribusi sektor jasa pada produk domestik bruto di negara-negara berpendapatan menengah adalah sekitar 52 persen sementara di negara maju lebih dari 60 persen. Angka tersebut jauh melebihi dua sektor utama lain yaitu agrikultur dan industri.

Gita menyatakan bahwa semakin maju suatu negara, semakin negara tersebut tidak bergantung pada sumber daya alam (yang dibutuhkan sektor agrikultur dan industri) dan semakin bergantung pada sumber daya manusia (yang dibutuhkan sektor jasa).

"Oleh karena itu sektor ini harus terus kita dukung perkembangannya," ujarnya sambil menyebutkan bahwa 50 persen tenaga kerja di Indonesia berada pada sektor jasa, yang juga menyumbang sekitar 50 persen produk domestik bruto.

Menurut Gita, terdapat tiga cara mendukung sektor jasa untuk terus tumbuh. "Cara yang pertama adalah mempermudah akses finansial terhadap siapapun yang berniat untuk mengembangkan bisnis di sektor jasa," kata dia.

Gita kemudian menyatakan bahwa cara yang kedua adalah dengan membuat kebijakan perdagangan yang tepat. Hal tersebut diperlukan karena ekspor sektor jasa Indonesia masih berada pada level 22 persen, jauh lebih sedikit dari negara-negara lain. Sementara yang terakhir adalah dengan meningkatkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain, Gita optimis sektor jasa dapat terus berkembang karena negara telah berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian angkatan kerja dengan mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan. "Seperti kita tahu, sektor jasa sangat membutuhkan keahlian sumber daya manusia dan komitmen pemerintah untuk mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk hal tersebut sangat mendukung," paparnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement