Selasa 16 Apr 2013 11:07 WIB

Produsen Bir Menangkan Kontrak Perluasan Bandara Filipina

Presiden Filipina, Ninoy Aquino, berfoto bersama penumpang di maskapai Cebu Airlines.
Foto: ABS-CBN News
Presiden Filipina, Ninoy Aquino, berfoto bersama penumpang di maskapai Cebu Airlines.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Produsen bir terbesar di Filipina dengan pangsa pasar 95 persen di negara itu melalui salah satu unit bisnisnya berhasil memenangkan kontrak pembangunan dan pengoperasian

proyek jalan tol bandara Ninoy Aquino International Airport Expressway sepanjang 7,5 kilometer (km).

Departemen Pekerjaan Umum Filipina kepada Manila Standard Today di Manila, Selasa (16/4) waktu setempat, mengatakan Optimal Infrastructure Development Inc., yang dimiliki oleh San Miguel Holdings Corp, menduduki puncak tawaran bidder lainnya, yakni Manila North Tollways Corp (MNTC), untuk memenangkan kontrak itu. Optimal Infrastructure Development Inc. menawarkan pembayaran dimuka sebesar 11 miliar peso (sekitar Rp 2,75 triliun), sementara MNTC disampaikan hanya menawar sebesar 305 juta peso (sekitar Rp 76,25 miliar).

Sekretaris Departemen Pekerjaan Umum Filipina Rogelio Singson mengatakan panitia lelang menggunakan skema pembayaran dimuka, atau dana dukungan infrastruktur, untuk memilih pemenang tender. Pembayaran dimuka merupakan pembayaran langsung kepada pemerintah dalam pertukaran 30 tahun konsesi pengoperasian jalan tol, termasuk 36 bulan masa desain dan masa konstruksi.

Penandatanganan kontrak itu ditetapkan pada 25 Juni 2013. Pembangunan proyek ini diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 15,5 miliar peso (sekitar Rp 3,875 triliun), meskipun panitia lelang tidak menggunakan total biaya tradisional sebagai parameter penawaran. "Ini adalah tawaran yang sangat baik untuk pemerintah maupun pengembang kota hiburan," kata Singson.

Singson mengatakan dengan pembayaran 11 miliar peso dimuka oleh pemenang tender, empat pengembang Entertainment City yang dilisensi oleh Philippine Amusement dan Gaming Corp. tidak lagi akan menyediakan dana dukungan infrastruktur 6,5 miliar peso (sekitar Rp 1,625 triliun) untuk pembangunan proyek tol. "Akibatnya, apa yang akan terjadi di sini adalah mereka dapat

menjaga subsidi 6,5 miliar peso mereka, karena sekarang ini akan datang dari pendukung Expressway Naia 2," katanya.

Pihaknya ingin meyakinkan semua pihak bahwa tender ini dilakukan dengan cara yang paling transparan dan pihaknya sangat senang dengan hasilnya.

Proyek ini bertujuan untuk menyediakan akses yang mudah ke dan dari tiga terminal penumpang Naia, serta interkoneksi South Luzon Expressway/Skyway dengan Toll Expressway Manila Cavite di Roxas Boulevard, Macapagal Boulevard, dan diusulkan PAGCOR Entertainment City.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement