Rabu 13 Mar 2013 15:11 WIB

Di Sleman, Bawang Putih Tembus Rp 55 ribu

Rep: Andi Ikhbal/ Red: A.Syalaby Ichsan
 Pekerja menyusun bawang putih impor saat bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati,Jakarta,Senin (10/12).    (Republika/Prayogi)
Pekerja menyusun bawang putih impor saat bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati,Jakarta,Senin (10/12). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Hingga hari ini, harga bawang putih di beberapa pasar wilayah Sleman mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Akibatnya, daya beli konsumen pun mulai menurun.

 

Pedagang sembako di Pasar Sleman Sokiman mengatakan, kenaikan harga bawang memang belum berdampak signifikan. Pasalnya, pembeli kebutuhan dapur tersebut dinilai masih cukup ramai.

“Namun, ketika mengetahui harga bawang melebihi Rp 50 ribu, mereka hanya membelinya dalam jumlah sedikit,” kata Sokiman pada Republika, Rabu (13/1).

Menurutnya, harga bawang putih minggu ini memang mengalami peningkatan. Bila sebelumnya untuk bawang jenis kating hanya Rp 45 ribu per kilogram, saat ini telah tembus Rp 55 ribu. Sedangkan untuk jenis sincau yang tadinya Rp 40 ribu sekarang ini seharaga Rp 45 ribu.

Selain bawang putih, dia menyebutkan, bawang merah pun merangkak naik hingga Rp 40 ribu perkilogram. Dengan kenaikan itu, Sokiman terpaksa membatasi stok, karena khawatir harga tersebut kembali mengalami penurunan.“Lagipula tidak banyak pembeli yang sanggup memborongnya.”

Seorang warga asal Turi yang membeli bawang di pasar tersebut, Yuni mengatakan, kenaikan harga jelas berdampak besar baginya.

Terlebih, bagi sebagian orang yang memilik warung makan yang menjadi bawang sebagai kebutuhan utama bahan sambalnya, kenaikan harga itu dapat mempengaruhi harga jual dagangannya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement