Senin 10 Dec 2012 11:36 WIB

CIMB Niaga Tingkatkan Kredit Mikro

Rep: Nur Aini/ Red: Fitria Andayani
CIMB Niaga
Foto: Republika
CIMB Niaga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank CIMB Niaga Tbk akan menggenjot penyaluran kredit mikro melalui layanan khusus bagi nasabah mikro, mikro laju. Hingga kuartal ketiga 2012, penyaluran kredit mikro laju tumbuh hingga 97 persen. 

Direktur Commercial Banking dan Syariah CIMB Niaga, Handoyo Soebali mengatakan, pertumbuhan kredit mikro cukup signifikan. Meskipun demikian, kontribusinya masih kecil terhadap total kredit di Perbankan Komersial CIMB Niaga yang mencapai Rp 52,99 triliun per 30 September 2012. 

Hingga akhir September 2012, Mikro Laju telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 1,93 triliun. "Atau tumbuh 97 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu, sebesar Rp 980 miliar," ujarny, Senin (10/12). Selain penyalurannya melalui beberapa mitra yang dikelola oleh sub-segmen Commercial Linkage, kredit mikro ini telah disalurkan langsung ke nasabah melalui unit Mikro Laju CIMB Niaga yang kini mencapai 343 unit.

Menurut Handoyo, selain Mikro Laju, terdapat unit bisnis lainnya yaitu Commercial Linkage, High End Commercial (HEC), serta Small Medium Enterprise (SME) yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 28 persen, 22 persen, dan 14 persen.

"Commercial Linkage merupakan unit bisnis yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Mikro Laju," ujarnya. Unit yang memberikan kebutuhan kredit kepada nasabah hingga Rp150 miliar tersebut, telah menyalurkan kredit sebesar Rp7,07 triliun, tumbuh 28 persen dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp5,51 triliun. 

Menempati posisi tertinggi berikutnya adalah HEC, yaitu unit bisnis yang menangani nasabah perusahaan dengan kebutuhan kredit sampai dengan Rp 200 miliar. Hingga akhir September 2012, HEC telah menyalurkan kredit sebesar Rp 27,73 triliun, meningkat 22 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 22,74 triliun. 

Adapun SME Commercial, adalah unit yang menangani nasabah perusahaan dengan kebutuhan kredit sampai dengan Rp 25 miliar. Unit tersebut telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 16,26 triliun hingga akhir September 2012, meningkat 14 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp 14,31 triliun. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement