Senin 26 Nov 2012 21:50 WIB

Syaripreneur, Berbisnis dengan Syariah

Rep: Friska Yolandha/ Red: Chairul Akhmad
Ilustrasi
Foto: wordpress.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) meluncurkan program Syaripreneur, di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Senin (26/11).

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru yang menjaankan usaha sesuai dengan syariah Islam.

Tingginya angka pengangguran mendorong pemuda Indonesia untuk menciptakan usaha-usaha baru. Namun demikian, usaha baru ini masih banyak yang berorientasi pada tujuan kekayaan.

Untuk itu, ADI meluncurkan program syaripreneur agar wirausaha-wirausaha baru tidak hanya melihat bisnis dari sisi profit, tetapi juga bisa menjalankannya sesuai dengan syariah Islam.

Program ini diberikan kepada dosen-dosen di Indonesia untuk menjadi bekal bagi mereka dalam menciptakan calon-calon wirausaha di kampus. "Dosen memiliki peran penting dalam menyiapkan ilmu dan mental mahasiswanya," kata Ketua Bidang Koperasi ADI, Achmad Tjahtja, Senin (26/11).

Tjahtja menilai selama ini program-program pelatihan wirausaha hanya berkutat pada pelatihan konvensional. Artinya pelatihan hanya difokuskan pada bagaimana mengembangkan bisnis untuk meningkatkan omzet.

Padahal, berbisnis tidak melulu bicara omzet. Dalam bisnis perlu juga dikembangkan nilai-nilai religius yang sesuai nilai syariah seperti sistem berbagi, dan nonriba.

Dalam program Syaripreneur ini akan dikembangkan pelatihan khusus dosen terkait bagaimana memberikan mood buster kepada mahasiswa untuk berwirausaha sesuai syariah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement