Senin 29 Oct 2012 19:16 WIB

Strategi Ekonomi Indonesia Dinilai 'Nggak' Jelas

Rep: Agus Raharjo/ Red: Djibril Muhammad
Direktur eksekutif Economics, Industry and Trade (Econit), Hendri Saparini
Direktur eksekutif Economics, Industry and Trade (Econit), Hendri Saparini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dinilai masih belum memiliki kejelasan strategi bidang ekonomi. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) adalah satu contoh arah strategi yang masih membingungkan.

Jika pemerintah ingin memfokuskan pada pembangunan konektivitas, menurut pengamat ekonomi, Hendri Saparini, hal itu belum jelas terlihat sasarannya. Apakah konektivitas itu ditujukan bagi daerah ke daerah lain, atau justru Indonesia dengan negara lain.

JSS memang banyak dilirik investor dari beberapa negara. Sebab, negara-negara itu sudah memiliki kemantapan strategi ekonomi jangka panjang. "Bagaimana strategi Indonesia? Selama ini belum jelas arahnya," ungkap Saparini pada Republika, Senin (29/10).

Saparini menambahkan, negara lain sudah menatap jauh ke depan di bidang ekonomi. Salah satu contohnya, Cina. Bahkan Cina sudah merealisasikan jalur Cina-Vietnam-Myanmar-Laos-Thailand untuk skenario CAFTA.

Cina juga telah membidik skenario ASEAN Comunity 2015 nanti dengan membangun jalur darat. Salah satunya membidik megaproyek JSS di Indonesia. Artinya, jalur darat Cina akan terhubung ke Indonesia khususnya Jawa melalui Sumatera.

Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi