Senin 11 Jun 2012 19:54 WIB

Dahlan: PT Semen Baturaja Listing September Ini

Rep: Maspril Aries/ Red: Djibril Muhammad
Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Foto: Antara/Noveradika
Menteri BUMN Dahlan Iskan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG - Persiapan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum saham perdana PT Semen Baturaja (persero) saat ini sudah sampai tahap  finalisasi. Demikian disampaikan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan usai memberikan ceramah umum pelatihan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (11/6).

"Tim sudah menetapkan under writer. Kita ingin secepatnya PT Semen Baturaja sudah tercatat di bursa, paling lambat September 2012. Kalau tidak kapan lagi," ujarnya.

Sebelumnya pada awal April lalu tim privatisasi PT Semen Baturaja dari Kementerian BUMN telah melakukan prakualifikasi delapan lembaga penunjang untuk IPO BUMN semen yang berada di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut. Di antaranya untuk under writer atau lembaga penjamin emisi, tim telah menetapkan tiga perusahaan yaitu Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas dengan metode konsorsium.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Semen Baturaja, Pamudji Rahardjo mengatakan, BUMN semen ini akan melaksanakan penawaran umum perdana atau IPO pada 2012. "Dari time line IPO yang dibuat, maka pencatatan saham PT Semen Baturaja di bursa dijadwalkan pada 12 September 2012," katanya.

Setelah melakukan proses lelang, menurut Pamudji Rahardjo, tim IPO PT Semen Baturaja dari Kementrian BUMN akan melakukan konsultasi dengan DPR guna memperoleh persetujuan untuk IPO. "Setelah itu melakukan pengajuan dan penerbitan peraturan pemerintah serta melakukan due diligence serta RUPSLB," kata Pamudji Rahardjo.

Menurut Pamudji melalui IPO PT Semen Baturaja akan melepas sebanyak 35 persen kepemilikan saham ke publik. Dari hasil IPO dana yang diperoleh akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru dengan kapasitas 1.500.000 ton/ tahun.

"Pabrik ini dibiayai dengan dana yang bersumber dari IPO Rp 1 trilun, pinjaman Rp 1 triliun dan dari dana sendiri Rp 0,5 triliun. Jadi total dananya Rp 2,5 triliun. Pabrik ini diharapkan selesai akhir 2015," tuturnya.

Sambil menanti realisasi IPO di Bursa Efek Indonesia, Pamudji menjelaskan, untuk meningkatkan kapasitas dari 1.250.000 ton/ tahun, PT Semen Baturaja telah membangun cement mill atau penggilingan semen dengan kapasitas 750.000 ton/ tahun yang akan selesai akhir 2012 sehingga produksi bisa ditingkatkan sampai 2.000.000 ton/ tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement