Jumat 01 Jun 2012 23:20 WIB

Perlu Direalisasikan Segera, Ekspor CPO Langsung ke Rusia

Aktivitas di Perkebunan Sawit
Foto: Antara
Aktivitas di Perkebunan Sawit

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia hingga saat ini belum bisa langsung mengekspor produknya itu ke Rusia, alias masih lewat negara ketiga. Menanggapi situasi itu, menteri pertanian kedua negara menyatakan siap merealisasikan perdagangan langsung.

Pandangan itu mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pertanian RI Suswono dan rekannya dari Rusia Nikolai Fyodorov di sela Food Security Ministerial Meeting APEC di kota tengah Rusia, Kazan, demikian Sekretaris Dua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, di London, Jumat (1/6).

Menurut Suswono, minyak sawit merupakan komoditas yang sangat penting bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan industri sawit dengan memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Kelapa sawit adalah produk yang banyak dibutuhkan negara, termasuk di Rusia.

Minyak sawit telah menjadi komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Rusia meskipun hanya 2 persen dari total volume ekspor minyak sawit Indonesia ke dunia pada tahun 2011. Ekspor minyak sawit ke Rusia pada tahun 2011 sebanyak 323,8 ribu ton atau senilai 357,8 juta dolar AS. Pada tahun 2010, ekspor tercatat 250 ribu ton atau senilai 222 juta dolar AS.

Suswono mengatakan bahwa Rusia adalah pasar potensial Indonesia. Dengan melihat tren positif ekspor minyak sawit ke Rusia dalam dua tahun terakhir, 400 ribu ton ekspor pada tahun 2012 dapat tercapai. "Dan, alangkah indahnya kalau dapat dilakukan perdagangan langsung," kata Suswono.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement