REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Untuk memenuhi target pertumbuhan minimal 20 persen, Menteri Negara BUMN menuntut perusahaan-perusahaan BUMN untuk menjalankan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sesuai waktu, dan tetap melakukan investasi. Bagi Dahlan, dengan menjalankan keduanya dapat tetap menjaga tingkat confident pengusaha.
"Saya punya misi untuk menjaga dunia swasta tidak menurun confident-nya dalam menghadapi gejolak krisis Eropa dan buruh," ujar Dahlan saat memberikan keynote speech di Seminar Strategi Investasi dan Portofolio 2012 di Hotel Pullman (Ex-Hotel Nikko), Jakarta, Jumat (27/1).
Kepada para pelaku usaha yang hadir, Dahlan melihat bahwa sudah tiga periode Pemilu kemarin, pengusaha sudah tidak lagi menjalankan aksi wait and see saat akan melakukan ekspansi bisnis mereka. Perubahan perilaku bisnis ini disebutnya sebagai gejala yang baik.
"Saya akan meminta kepada perbankan untuk memonitor perilaku wait and see swasta, supaya kita bisa mneyiapkan langkah-langkah antisipasinya. Kalau semua pengusaha confident, ekonomi akan bergerak," tegas Dahlan yang selalu tampil dengan kemeja putihnya.
Sebagai strategi untuk menjaga confident pengusaha, Dahlan menyebut pekerjaan rumahnya untuk membangun iklim korporasi di lingkungan BUMN dengan baik. "Kelemahan utama BUMN adalah kurang memperhitungkan speed, padahal bagi swasta speed adalah segalanya," kritik Dahlan.
Karena itu, salah satu misinya sebagai mantan pengusaha yang beralih menjadi pejabat pemerintah adalah mengajak BUMN dan menciptakan iklim agar mementingkan speed. "Karena banyak peluang yang lewat begitu saja," katanya menegaskan.
Dicontohkan Dahlan, menilik pengalamannya sendiri saat masih aktif menjalankan bisnis, adalah aksi korporasi yang harus memperoleh izin dari kementerian melalui pengajuan proposal. Untuk mendapatkan persetujuan proposal, Dahlah mengeluhkan proses panjang yang memakan waktu pengusaha.
"Yang dulu harus minta izin menteri, sekarang asal sudah ada dalam RKAP, silakan jalan. Aksi korporasi harus tumbuh lebih banyak," tandasnya.