REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA--Manajemen PT Freeport Indonesia mengimbau para karyawan yang melakukan aksi mogok kerja agar membuka palang atau rintangan berupa kayu dan material lainnya di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Pelabuhan Portsite Amamapare menuju Kota Timika.
"Kami harapkan teman-teman membuka jalan, tepatnya di sekitar Mil 26-27 tempat sejumlah mobil kontainer milik Freeport dibakar massa pada Senin (10/10), sehingga pasokan avtur ke Bandara Timika tidak sampai terhambat," pinta Presiden Direktur & CEO PT Freeport, Armando Mahler saat menggelar video conference dengan kalangan wartawan di Kuala Kencana, Timika, Rabu.
Armando mengakui selama tiga hari terakhir pasokan avtur untuk kebutuhan penerbangan dari Pelabuhan Portsite Amamapare menuju Bandara Mozes Kilangin Timika terhenti total.
"Memang betul avtur tidak bisa diangkut dari Portsite ke Bandara Timika. Kalau jalan tidak dibuka maka sudah tentu pelayanan umum masyarakat," tutur Armando. Terkait semakin minimnya persediaan avtur di Bandara Timika, PT Freeport akan membuat surat pemberitahuan resmi ke semua operator penerbangan di Timika.
Jika kondisi itu terus berlanjut, katanya, PT Freeport akan memprioritaskan pelayanan transportasi untuk kalangan internal (karyawan), sementara pelayanan penerbangan untuk masyarakat umum baru akan dibuka kembali jika kondisi pasokan avtur ke Bandara Timika normal kembali.
Menurut Armando, ruas jalan dari Pelabuhan Portsite Amamapare ke Timika dan Tembagapura merupakan jalan poros yang sangat vital tidak saja untuk menunjang operasional PT Freeport tetapi juga untuk menunjang pelayanan publik seperti suplai berbagai kebutuhan masyarakat di Timika.