Senin 05 Sep 2011 15:00 WIB

Kenaikan Harga Emas Ikut Picu Inflasi

Rep: m fakhruddin/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Harga emas menjadi komoditas sandang yang menjadi faktor utama penyebab inflasi Agustus 2011 yang sebesar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bulan-bulan sebelumnya, penyebab inflasi adalah kenaikan harga pangan

"Inflasi kali ini bukan disumbang oleh emas perhiasan dan biaya pendidikan," kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Senin (5/9). Kontribusi emas terhadap inflasi sebesar 0,19 persen, diikuti oleh biaya pendidikan sebesar 0,12 persen.

Menurut Rusman, biaya pendidikan menjadi penyumbang inflasi karena masih dalam momen tahun ajaran baru. Kondisi tersebut membuat inflasi Agustus 2011 tidak lagi disebabkan oleh harga beras dan sembako lainnya.

BPS mencatat kenaikan harga emas pada Agustus 2011 sebesar 9,1 persen, sedangkan harga internasional juga naik hingga 1.600 dolar AS per ons. Dalam penghitungan laju inflasi, kontribusi emas sebesar 2,4 persen atau menyumbang 0,24 persen inflasi kalau ada kenaikan harga sepuluh persen.

BPS mengelompokkan penyebab inflasi dalam tujuh kelompok, yakni bahan makanan 0,24 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,09 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,08 persen; sandang 0,22 persen; kesehatan 0,01 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,16 persen; transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,13 persen.

Setiap kelompok itu terdiri dari berbagai komoditas. Emas merupakan komoditas yang masuk dalam kelompok sandang. Sumbangan emas terhadap inflasi ini merupakan yang terbesar. BPS mencatat laju inflasi year on year mencapai 4,79 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender sebesar 2,69 persen, sedangkan laju inflasi pada periode sama 2009 dan 2010 masing-masing 1,22 persen dan 4,82 persen.

Rusman menambahkan, inflasi terbesar dalam kelompok bahan pangan disumbang kelompok sayur-sayuran 3,73 persen, sedangkan bumbu-bumbuan dan kelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya pada mengalami deflasi masing-masing sebesar 8,29 persen dan 0,49 persen. "Ikan segar juga menyumbang inflasi karena nelayan sebelum Lebaran tidak melaut," kata Rusman.

Komponen inti pada bulan Agustus 2011 mengalami inflasi sebesar 1,09 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 sebesar 3,45 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 5,15 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement