REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA o Pencanangan Visit Indonesia 2011 mencerminkan potensi besar pariwisata Indonesia. Ironisnya, daerah tujuan wisatawan mancanegara ke Indonesia seolah terbatas. Fakta itu terekam dalam data statistik yang dipublikasika Bada Pusat Statistik per Juni 2011.
Disebutkan BPS, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada Juni 2011 memang mencapai 674.402 orang atau naik 9.94 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Namun kenaikan jumlah wisman tidak dibarengi dengan bertambahnya pintu masuk ke Indonesia.
Dari 19 pintu masuk ke Indonesia, Bandara Ngurah Rai menempati posisi tertinggi dengan jumlah wisman. 245.248 atau naik 9.15 persen dari tahun 2010 lalu.Disusul bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan jumlah wisman mencapai 155.951 orang atau naik 9.94 persen.
Sementara ada penurunan signifikan dari lima pintu masuk, seperti bandara Adi Sucipto (22.06 persen), Adi Sumarmo (17.77 persen), Minangkabau (8.92 persen), Sam Ratulangi (4.84 persen) dan Tanjung Balai Karimun (0.93 persen).
"Mungkin faktor musim sangat berpengaruh, tinggal bagaimana setiap provinsi mengemas daya tarik daerahnya masing-masing," papar Kepala BPS, Rusman Heriawan, dalam jumpa pers yang berlangsung di Gedung 3, BPS Pusat, Jakarta, Senin (1/8).
Dikatakan Rusman, kenaikan angka wisman yang naik signifikan menunjukan Indonesia memiliki daya tarik yang besar. Namun, daya tarik itu apabila tidak ditunjang dengan infrastruktur memadai seperti hotel berbintang, atau jalan raya yang terhubung langsung dengan bandar, maka akan sia-sia.