Senin 23 Jan 2023 23:56 WIB

Misi Dagang Mendag Berhasil Amankan Kontrak Senilai Rp 2,3 Triliun dengan Arab Saudi

Ada dua MoU yang ditandatangani khusus terkait kebutuhan jamaan haji dan umrah RI.

Red: Agus raharjo
Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Andry Tanudjaja dan Said Bawazir Trading Company menandatangani kerja sama produk makanan dan barang-barang UMKM untuk distribusi Arab Saudi, di Jeddah, Senin (23/1/2023).
Foto: Istimewa
Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Andry Tanudjaja dan Said Bawazir Trading Company menandatangani kerja sama produk makanan dan barang-barang UMKM untuk distribusi Arab Saudi, di Jeddah, Senin (23/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH--Lawatan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama rombongan ke Arab Saudi berhasil mengamankan kontrak kerja sama senilai 155,7 juta dolar AS atau Rp 2,3 triliun. Ada delapan penandatanganan kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dengan lima pelaku usaha dari Arab Saudi.

Salah satu penandatangan dilakukan Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Andry Tanudjaja dan Said Bawazir Trading Company. Kerja sama keduanya terkait produk makanan dan barang-barang UMKM untuk distribusi Arab Saudi

Baca Juga

Penandatanganan terdiri atas kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan berlangsung pada Senin (23/1/2023) di Kantor Federation Saudi Chamber di Jeddah, Arab Saudi.

“Saya menyambut baik penandatanganan kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan MoU antara pelaku usaha Indonesia dengan Arab Saudi. Diharapkan kerja sama ini akan terus berlanjut dengan transaksi dagang yang semakin besar dan dengan komoditas yang semakin banyak jenisnya,” kata Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan, Senin (23/1/2023).

Zulhas menambahkan, dengan penandatanganan kerja sama tersebut, pelaku usaha Indonesia dapat mengekspor sejumlah komoditas ke Arab Saudi. Yakni berupa bahan pangan, RBD palm olein, minyak goreng, produk ikan dan olahannya, daging, sayuran dan olahannya, buah-buahan, kakao, beras, rempah-rempah, mi telur, dan arang.

Dari penandatanganan delapan kerja sama tersebut, ada dua MoU yang dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan jamaah haji dan umrah. “MoU khusus untuk pemenuhan kebutuhan jamaah haji ditujukan untuk komoditas ikan dan olahannya dalam berbagai kemasan, serta daging dan sayuran dalam berbagai jenis kemasan,” ujar Mendag Zulhas.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, seperti di Arab Saudi, akan selalu siap membantu para pelaku usaha dalam meningkatkan ekspornya. “Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri selalu siap membantu para pelaku usaha Indonesia untuk mempromosikan produk-produknya, serta memperluas pasar dan meningkatkan ekspornya,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengaku, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya meningkatkan ekspor dan total nilai perdagangan khususnya ke negara mitra dagang strategis dan nontradisional. Menurutnya, peluang ekspor Indonesia ke Arab Saudi masih sangat terbuka lebar. "Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan optimal sehingga ekspor Indonesia ke Arab Saudi semakin meningkat,” ujar Didi.

Pada Januari—November 2022, total perdagangan Indonesia–Arab  Saudi mencapai 7 miliar dolar AS atau meningkat 45,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,8 miliar dolar AS. Sementara itu, total perdagangan kedua negara pada 2021 mencapai 5,5 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement