Senin 08 Nov 2021 17:17 WIB

Startup Bantu Kampanyekan Makan Ikan

Potensi perikanan tangkap di Indonesia adalah yang terbesar di dunia

Pedagang membawa ikan segar, (ilustrasi). Potensi perikanan tangkap (capture fisheries) di Indonesia adalah yang terbesar di dunia.
Foto: Antara/Rahmad
Pedagang membawa ikan segar, (ilustrasi). Potensi perikanan tangkap (capture fisheries) di Indonesia adalah yang terbesar di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai negara kepulauan terbesar, kelautan merupakan sektor yang sangat strategis bagi Indonesia. Dengan luas wilayah laut yang dapat dikelola sebesar 5,8 juta kilometer persegi, potensi perikanan tangkap (capture fisheries) di Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Potensi ini belum termasuk dengan usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan ikan atau organisme air lainnya, atau yang biasa disebut dengan perikanan budidaya (aquaculture).

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), angka konsumsi ikan nasional cenderung meningkat selama sepuluh tahun terakhir. Angka konsumsi ikan nasional tahun 2020 sebesar 56,39 kilogram (kg) per kapita. Angka ini naik 3,47 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 54,5 kg per kapita.

KKP juga menargetkan tingkat konsumsi ikan sebesar 62,05 kg per kapita pada 2024 mendatang. Menyambut tingginya potensi kelautan Indonesia, pemerintah melalui KKP turut menggalakkan konsumsi ikan di masyarakat melalui kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

Sebagai startup yang bergerak di bidang pasokan dan logistik perikanan, Udadi Fish turut mendukung upaya pemerintah dalam mendorong kampanye Gemarikan. Dengan konsep From Ocean to Table, Udadi Fish berkomitmen untuk menghadirkan produk perikanan berkualitas bagi masyarakat serta layanan pengantaran ikan serta hasil laut yang segar dan bermutu tinggi dengan cepat.

Tidak hanya itu, Udadi Fish juga menyediakan layanan pelanggan yang bersahabat bagi masyarakat. CEO Udadi Fish Muhamad Reza Pahlevi jika dilihat dari mata rantai pendistribusiannya, ikan yang tersedia di pasar-pasar di Jabodetabek masih melalui proses yang panjang dan berpotensi mengurangi kualitas kesegaran ikan.

"Di sinilah peran Udadi Fish membuat proses semakin cepat, dekat, dan menjamin kesegaran ikan kepada ibu-ibu rumah tangga melalui Duta Udadi di tiap perumahan,” ujar Reza dalam siaran persnya.

Reza menambahkan, dalam menyajikan ikan segar ke masyarakat, Udadi Fish mengusung konsep gotong-royong atau community based corporate program melalui program “Mandiri Bersama Udadi”. Dirancang sebagai wadah penghasilan tambahan, program ini melibatkan mitra Duta Udadi atau UdadiMoms, yaitu para ibu yang peduli dan rutin mensosialisasikan gerakan makan ikan untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

Sebagai langkah awal, saat ini ada lebih dari 50 UdadiMoms tersebar di kota Bogor dan akan terus bertambah. Kota Bogor merupakan salah satu kota besar yang jauh dari area laut dan minim persediaan ikan segar.

“Selain dibantu oleh para UdadiMoms, Udadi Fish juga didukung oleh Abang Udadi, sebutan bagi maskot resmi dari Udadi Fish yang membantu mendistribusikan ikan laut segar sepanjang area Muara Angke, Jakarta Utara hingga Bogor, Jawa Barat. Udadi Fish bermisi untuk menjadi solusi ikan segar pertama terbaik dan melayani kebutuhan ikan segar untuk seluruh masyarakat di kota Bogor,” jelas pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement