Rabu 04 Nov 2026 14:55 WIB

Harga Beras Premium Masih Naik saat Beras Medium Mulai Turun

Harga beras medium mulai menunjukkan penurunan dalam sebulan terakhir.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pengunjung berbelanja di salah satu supermarket di Jakarta, Jumat (14/8/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung berbelanja di salah satu supermarket di Jakarta, Jumat (14/8/2025).

JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat pergerakan harga beras premium dan medium secara nasional menunjukkan tren berbeda pada awal November 2026. Harga beras premium masih mengalami kenaikan, sedangkan harga beras medium mulai menunjukkan penurunan dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan pemantauan Bapanas per 2 November 2026, rata-rata harga beras premium secara nasional berada di Rp 16.218 per kilogram (kg), meningkat 0,12 persen dibandingkan sebulan sebelumnya. Adapun harga beras medium tercatat Rp 13.686 per kg atau turun 0,29 persen dalam periode yang sama. Kedua harga tersebut merupakan rata-rata dari tiga zonasi harga beras nasional.

Baca Juga

Perkembangan harga tersebut berlangsung di tengah melandainya inflasi beras secara bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras pada Oktober 2026 sebesar 0,08 persen, turun tajam dibandingkan September yang mencapai 0,80 persen atau menjadi tingkat inflasi beras tertinggi sepanjang tahun ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan pergerakan harga beras masih menunjukkan kenaikan di tingkat penggilingan maupun eceran. Namun, kenaikan tersebut relatif terbatas dibandingkan perkembangan pada bulan sebelumnya.

"Rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan Oktober tahun 2026 secara total naik 0,26 persen. Ini secara month to month-to-month. Di tingkat eceran, inflasi month-to-month sebesar 0,08 persen. Sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," tutur Ateng di Jakarta, dikutip Rabu (4/11/2026).

Penurunan inflasi beras turut berlangsung seiring melandainya inflasi pangan atau komponen harga bergejolak (volatile food). BPS mencatat inflasi pangan pada Oktober sebesar 0,77 persen, lebih rendah dibandingkan September yang mencapai 1,46 persen. Inflasi umum secara bulanan juga turun dari 0,33 persen menjadi 0,22 persen.

Untuk menjaga stabilitas harga beras, Bapanas memperkuat intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemerintah memberikan penugasan tambahan kepada Perum Bulog setelah penyaluran SPHP tahap pertama yang dimulai sejak Maret berhasil direalisasikan sepenuhnya pada pekan keempat September.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi