Rabu 28 Oct 2026 20:33 WIB

Kemenkop Siap Dampingi Koperasi Petani Sawit

Menteri Koperasi dorong kemitraan strategis kelola kebun sawit rakyat.

Pemerintah dukung penuh koperasi petani sawit masuk sektor hulu dan hilir.
Foto: Dok Republika
Pemerintah dukung penuh koperasi petani sawit masuk sektor hulu dan hilir.

JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh kepada petani sawit untuk meningkatkan kemampuannya dalam sektor hulu dan hilir sawit melalui kelembagaan koperasi. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) diminta untuk lebih berperan aktif dalam mengajak para petani agar masuk ke sektor pengolahan sawit.

Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III yang diselenggarakan oleh Apkasindo di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah masa depan industri sawit nasional.

Baca Juga

Acara yang berkaitan dengan HUT Apkasindo ke-26 ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta diikuti oleh pengurus Apkasindo dari 25 provinsi. Kegiatan tersebut turut dihadiri antara lain oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, serta Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko.

Prof. Rachmat Pambudy dalam pembukaan acara tersebut menegaskan bahwa hilirisasi tidak dapat berjalan dengan optimal apabila belum dilakukan pembenahan persoalan di tingkat hulu. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai tantangan mendasar tersebut secara bertahap.

“Pengembangan pengolahan di bagian hilir butuh fondasi yang baik di tingkat usaha tani. Karena itu, penataan kegiatan budidaya dan sistem pendukungnya menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari agenda hilirisasi sawit,” ujar Rachmat.

Menurut Prof. Rachmat, dirinya mendapatkan tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melaksanakan program hilirisasi sawit. Karena itulah, ia meminta dukungan penuh dari para petani sawit seperti Apkasindo agar perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelaku usaha, termasuk petani.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengusulkan langkah konkret melalui pengembangan pabrik kelapa sawit milik koperasi. Untuk merealisasikan hal tersebut, kementeriannya menyatakan siap mendampingi koperasi petani untuk memasuki industri pengolahan serta mengakses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Saya mendorong koperasi petani sawit memperluas peranannya hingga ke industri pengolahan. Koperasi dibutuhkan dalam hilirisasi agar petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai usaha sawit,” tutur Ferry.

Dalam paparannya, Ferry juga menyampaikan rencana pengembangan pabrik berbasis koperasi berkapasitas sekitar 60 ton per jam dengan dukungan luas kebun sekitar 7.000 hektare. Langkah ini dinilai strategis untuk mendongkrak kesejahteraan para pekebun di berbagai daerah.

“Kami siap mendampingi koperasi-koperasi APKASINDO untuk bikin pabrik-pabrik kelapa sawit dan CPO,” kata Ferry.

Terkait masalah kemitraan, Ferry mendorong terjalinnya kerja sama yang erat antara koperasi petani dengan PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan kebun sawit. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar para petani di tingkat lokal.

“Saya minta APKASINDO dapat berperan memperkuat koperasi anggotanya sebagai mitra usaha,” ujar Ferry.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi