JAKARTA -- Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai merambah aktivitas analisis perdagangan di pasar keuangan. Teknologi tersebut dapat membantu trader membaca tren harga, indikator teknikal, hingga faktor ekonomi, tetapi tetap tidak menggantikan pertimbangan dan manajemen risiko dalam mengambil keputusan.
Salah satu pemanfaatannya dilakukan Didimax melalui AI Trading Assistant yang dapat digunakan tanpa pembelian token tambahan. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan mengenai kondisi pasar, strategi perdagangan, hingga manajemen risiko.
Direktur Didimax Cenli Yani mengatakan, layanan tersebut dapat digunakan trader sebagai alat bantu untuk memperoleh informasi sebelum mengambil keputusan perdagangan. “Didimax AI Trading Assistant dapat digunakan secara gratis tanpa perlu membeli token AI,” ujar Yani dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Fitur tersebut antara lain dapat memberikan penjelasan mengenai pergerakan harga emas terhadap dolar AS (XAU/USD), area support dan resistance, serta arah tren harga. Bagi trader pemula, AI juga dapat digunakan untuk memahami istilah maupun konsep analisis teknikal.
Sementara bagi trader yang lebih berpengalaman, teknologi tersebut dapat menjadi sumber informasi tambahan untuk membandingkan analisis sebelum membuka posisi. Namun, hasil yang diberikan tetap perlu diperiksa kembali dengan kondisi pasar dan strategi masing-masing trader.
Selain asisten AI, platform tersebut menyediakan AI Trading Signal sebagai referensi sinyal perdagangan. Informasi lain seperti berita pasar, sentimen teknikal, kalender ekonomi, serta grafik harga juga tersedia dalam satu dasbor.
Penggunaan AI dalam perdagangan tidak menghilangkan risiko kerugian. Informasi yang dihasilkan sistem juga tidak menjamin keuntungan sehingga trader tetap perlu menilai keakuratan analisis, menentukan batas risiko, dan mempertimbangkan kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.