Sabtu 24 Oct 2026 08:30 WIB

Inklusi Keuangan Jakarta Tembus 99,74 Persen

Pemanfaatan layanan keuangan menjadi fokus pengembangan pasar.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Satria K Yudha
Bank Jakarta menerima penghargaan literasi keuangan dalam Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Foto: Bank Jakarta
Bank Jakarta menerima penghargaan literasi keuangan dalam Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

JAKARTA -- Indeks inklusi keuangan DKI Jakarta mencapai 99,74 persen berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026. Tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan pemanfaatan layanan perbankan, termasuk dalam mendukung aktivitas ekonomi pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Meski inklusi keuangan telah mencapai 99,74 persen, indeks literasi keuangan Jakarta masih berada di angka 84,01 persen. Perbedaan kedua indikator tersebut menunjukkan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak, aman, dan produktif.

Baca Juga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, perluasan akses keuangan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pedagang pasar dan pelaku usaha. Menurut dia, digitalisasi pasar perlu disertai pendampingan agar layanan keuangan dapat membantu pengelolaan usaha dan membuka peluang pembiayaan.

“Program digitalisasi pasar inklusif tidak berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dilanjutkan. Kita perlu memastikan layanan keuangan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para pedagang secara berkelanjutan,” ujar Rano dalam Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Rano menilai kolaborasi pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan diperlukan untuk meningkatkan manfaat digitalisasi pasar rakyat. Pendampingan kepada pedagang juga menjadi salah satu langkah agar penggunaan layanan keuangan dapat mendukung peningkatan daya saing usaha.

Penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fokus Jakarta Financial Festival 2026 yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh” tersebut diselenggarakan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan.

Festival ini melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan. Kolaborasi tersebut bertujuan mendekatkan edukasi dan layanan keuangan kepada masyarakat.

Salah satu peserta kegiatan, Bank Jakarta, menghadirkan edukasi mengenai produk pendanaan, pembiayaan, dan layanan transaksi digital. Perusahaan juga menyediakan permainan interaktif serta pemeriksaan kesehatan melalui kerja sama dengan Klinik Bank Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Jakarta menerima penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Literasi Keuangan Teraktif 1. Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kepada Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta Agus H Widodo.

Agus mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Jakarta untuk melanjutkan edukasi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Menurut dia, perkembangan industri jasa keuangan perlu diukur tidak hanya dari pertumbuhan bisnis dan transaksi, tetapi juga dari manfaat yang diperoleh masyarakat.

“Kami meyakini bahwa literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, pengembangan layanan digital perlu disertai peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Pedagang pasar dan pelaku UMKM menjadi kelompok yang membutuhkan akses layanan serta edukasi yang sesuai dengan kegiatan usaha mereka.

Bank Jakarta berencana memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital yang mudah diakses, serta meningkatkan pelindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan regulator, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan.

“Ke depan, Bank Jakarta akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital yang mudah diakses, serta memperkuat pelindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM,” ujar Agus.

Jakarta Financial Festival 2026 turut dihadiri Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo, serta Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto.

Berita Lainnya

Rekomendasi