Rabu 21 Oct 2026 13:36 WIB

Bahlil Beberkan Kondisi Cadangan BBM Usai Rapat dengan Prabowo

Bahlil pastikan cadangan Pertalite aman 16-18 hari di tengah gejolak global.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Gita Amanda
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membeberkan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. (ilustrasi)
Foto: Ist
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membeberkan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membeberkan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Cadangan Pertalite RON 90 saat ini berada pada kisaran 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya memiliki ketahanan cadangan di atas 20 hari.

Bahlil menyampaikan kondisi pasokan energi nasional masih terjaga di tengah ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah terus memastikan ketersediaan BBM sekaligus memperkuat distribusi ke berbagai daerah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga

"Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk Pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari," kata tokoh yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM tersebut, seusai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada awal pekan ini, dikutip Rabu (21/10/2026).

Bahlil menjelaskan cadangan Pertalite memang lebih rendah dibandingkan jenis BBM lainnya. Namun, angka ketahanan cadangan tersebut tidak berarti pasokan akan habis setelah 16–18 hari karena distribusi dan pengadaan BBM terus berlangsung.

Ia menegaskan pemerintah tetap memantau perkembangan pasokan nasional, terutama ketika kondisi geopolitik global mengalami ketidakpastian. Bahlil menyampaikan hal tersebut ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai keamanan pasokan BBM Indonesia di tengah gejolak kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia turut menjadi perhatian pemerintah. Bahlil mengungkapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) telah mencapai kisaran 105–106 dolar AS per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata ICP sepanjang Januari hingga Oktober 2026 yang berada pada kisaran 91–92 dolar AS per barel.

"Yang pertama, kita tahu kondisi global sampai dengan sekarang kondisinya semakin tidak menentu. Dan hari ini ICP sudah tembus di angka 100 dolar AS per barel. Ya angka 106, 105 dolar AS per barel," ujar Bahlil.

Selain memantau kondisi cadangan nasional, pemerintah juga memperkuat distribusi BBM di sejumlah wilayah yang sempat mengalami gangguan pasokan. Salah satunya Bali yang menghadapi keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM dari Jawa.

Bahlil menjelaskan keterlambatan kapal tersebut sempat menyebabkan cadangan BBM di Bali menurun sekitar tiga hingga empat hari. Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk mempercepat pengiriman serta memulihkan kondisi pasokan.

Hasil koordinasi tersebut membuat cadangan BBM di Bali kembali mencapai 11–12 hari. Bahlil meminta Pertamina meningkatkan ketahanan cadangan menjadi 15 hari dalam waktu satu pekan agar pasokan di wilayah tersebut semakin kuat.

"Dan saya minta untuk satu pekan ke depan bisa mencapai dengan 15 hari. Sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional," jelas Bahlil.

Berita Lainnya

Rekomendasi