Senin 19 Oct 2026 22:30 WIB

Persaingan Makin Ketat, Produsen Material Genjot Inovasi

Fungsi tambahan mulai menjadi pembeda produk material bangunan.

Platinum Ceramics Group memperkuat pengembangan produk dan kapasitas produksi memasuki usia ke-55.
Foto: Istimewa
Platinum Ceramics Group memperkuat pengembangan produk dan kapasitas produksi memasuki usia ke-55.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri material bangunan menghadapi perubahan kebutuhan konsumen seiring berkembangnya tren desain, fungsi ruang, dan teknologi produksi. Produsen dituntut tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga menghadirkan material dengan fungsi dan karakter yang lebih beragam untuk kebutuhan hunian maupun bangunan komersial.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus Platinum Ceramics Group saat memasuki usia ke-55 pada 2026. Perusahaan menyiapkan peningkatan kapasitas produksi, perluasan jaringan distribusi, serta pengembangan produk untuk mengikuti kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Baca Juga

CEO Platinum Ceramics Group Liem May Tjoe mengatakan, persaingan industri material bangunan menuntut perusahaan terus menyesuaikan produk dengan perubahan kebutuhan konsumen. Inovasi produk dan konsistensi kualitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga posisi di pasar.

“Menapaki usia baru ini, kami melihat bahwa industri material bangunan terus berkembang, seiring perubahan tren desain, meningkatnya kebutuhan konsumen, serta persaingan yang semakin dinamis. Karena itu, kami terus berupaya memperkuat inovasi produk, menjaga kualitas, dan menghadirkan solusi material yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ungkap Liem dalam siaran pers, Senin (19/10/2026).

Platinum Ceramics Group menargetkan kapasitas produksi mencapai 125 juta meter persegi per tahun melalui fasilitas produksinya di Indonesia. Peningkatan kapasitas tersebut disiapkan untuk memenuhi permintaan material keramik dan permukaan bangunan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Kami menargetkan kapasitas produksi mencapai 125 juta m2 per tahun sebagai langkah strategis untuk menjadi market leader di industri tile Indonesia, didukung perluasan jaringan distribusi ke seluruh Indonesia serta pengembangan pasar ekspor,” imbuh Liem.

Produk perusahaan saat ini dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia dan sejumlah negara melalui ekspor. Platinum Ceramics Group mengoperasikan PT Platinum Ceramics Industry yang menaungi Platinum Ceramics dan Asia Tile, serta PT Surya Multi Cemerlang yang menaungi Titanium Sintered Stone dan Infiniti Granite Tile.

Pengembangan produk mencakup variasi motif hingga fungsi tambahan pada material. Salah satu inovasi yang diperkenalkan tahun ini adalah Titanium Sintered Stone Lumen Series – Bio Luminance dengan efek bercahaya dalam gelap.

Produk tersebut memperoleh pengakuan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Batu Sinter Pertama dengan Bio Luminesensi (efek bercahaya dalam gelap)”. Pengembangan fungsi pada material menunjukkan produsen mulai mengeksplorasi karakter produk di luar fungsi dasar sebagai pelapis permukaan.

Keempat merek di bawah Platinum Ceramics Group, yakni Asia Tile, Platinum, Infiniti, dan Titanium, juga telah memperoleh sertifikasi halal. Perusahaan turut memperluas pengembangan pasar melalui jaringan distributor, mitra, arsitek, desainer, dan aplikator.

“Terima kasih atas kepercayaan seluruh konsumen setia dan mitra bisnis Platinum Ceramics Group yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan hingga saat ini,” ujar Liem.

Perubahan kebutuhan desain dan fungsi ruang akan terus membuka ruang inovasi bagi industri material bangunan. Kapasitas produksi, diferensiasi produk, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi faktor yang menentukan daya saing produsen dalam beberapa tahun mendatang.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi