Ahad 18 Oct 2026 02:23 WIB

Stok BBM Aman, Bahlil Perkuat Armada Pengiriman dan Produksi Energi Domestik

Pemerintah membuka ruang penambahan lifting melalui pengelolaan sumur rakyat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah gejolak global. Pemerintah memperkuat layanan pengiriman BBM, menambah sumber produksi domestik, dan menyiapkan bahan bakar alternatif untuk meningkatkan kemandirian energi.
Foto: Ist
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah gejolak global. Pemerintah memperkuat layanan pengiriman BBM, menambah sumber produksi domestik, dan menyiapkan bahan bakar alternatif untuk meningkatkan kemandirian energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah gejolak global. Pemerintah memperkuat layanan pengiriman BBM, menambah sumber produksi domestik, dan menyiapkan bahan bakar alternatif untuk meningkatkan kemandirian energi.

Bahlil menyampaikan, ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 16–18 hari. Ketersediaan tersebut diikuti langkah percepatan penyaluran agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah terpenuhi.

“Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina, bahwa secara stok nasional kita, BBM, itu di 16-18 hari. Jadi stok BBM nasional, insya Allah, itu aman,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Untuk meningkatkan kelancaran pengiriman, Bahlil meminta Pertamina menambah kapal pengangkut. Penguatan armada terutama diarahkan untuk melayani jalur Jawa Timur menuju Bali serta wilayah lain yang mengandalkan transportasi laut.

Pemerintah juga menyesuaikan pengelolaan persediaan dengan perkembangan konsumsi. Menurut Bahlil, perpindahan sebagian pengguna bensin beroktan lebih tinggi ke RON 90 turut memengaruhi kebutuhan pasokan jenis tersebut.

Ia memperkirakan ketahanan stok RON 90 dapat ditingkatkan kembali menjadi 20 hari dalam sekitar satu pekan. Pemerintah akan memantau pencapaian sasaran itu bersamaan dengan percepatan pengiriman.

Perkembangan pelayanan di daerah turut menjadi perhatian BPH Migas. Dalam keteranganya, Sabtu, 17 Oktober 2026, lembaga tersebut melaporkan penyaluran di sejumlah SPBU Mojokerto, Jawa Timur, kembali normal saat peninjauan sehari sebelumnya.

Pasokan kembali dilayani dari Terminal BBM Surabaya setelah sebelumnya menggunakan jalur alternatif dari Boyolali yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar sembilan jam. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh layanan BBM secara berkelanjutan.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi