REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masa pensiun membawa perubahan pada pola aktivitas, pengelolaan keuangan, dan kehidupan sosial. Karena itu, persiapan purnabakti perlu mencakup kesehatan, kesiapan psikologis, perencanaan keuangan, dan aktivitas yang tetap produktif.
Asabri mengangkat isu tersebut melalui Program Pembinaan Wawasan dan Kesejahteraan Purnawirawan (NAWASENA). Program ini memberikan pembekalan mengenai kesehatan, psikologis, dan pengelolaan keuangan bagi peserta yang telah memasuki masa pensiun.
Direktur Utama Asabri Jeffry Haryadi P Manullang mengatakan, masa pensiun tetap memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kami meyakini bahwa masa pensiun merupakan fase baru untuk terus berkontribusi, berbagi pengalaman, mengembangkan potensi, dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat. Oleh karena itu, Program NAWASENA akan terus kami kembangkan sebagai ruang pembelajaran, pembinaan, dan pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat nyata serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi peserta ASABRI,” ujar Jeffry dalam siaran pers, Kamis (15/10/2026).
NAWASENA juga masuk dalam literacy campaign bulan Dana Pensiun 2026 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan dengan tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”. Kampanye tersebut menekankan pentingnya menyiapkan masa pensiun sejak usia produktif, terutama melalui perencanaan keuangan jangka panjang.
Program ini dilaksanakan di Semarang, Jakarta, Denpasar, Surabaya, dan Balikpapan dengan melibatkan 150 peserta pensiun. Selain pembekalan, peserta juga mendapat ruang untuk berinteraksi dengan sesama pensiunan.
Salah satu peserta dari Kantor Cabang Asabri Denpasar, AKBP (Purn.) I Gede Arya Wibawa, mengatakan kegiatan tersebut menambah wawasan sekaligus mempererat hubungan antarpensiunan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ASABRI yang telah melaksanakan NAWASENA. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para pensiunan, karena selain menambah wawasan di bidang kesehatan dan pengelolaan kehidupan di masa pensiun, juga mempererat tali silaturahmi dengan para pensiunan. Semoga NAWASENA dapat terus berlanjut,” ujar I Gede Arya Wibawa.
Sekretaris Perusahaan Asabri Okki Jatnika mengatakan, peserta tetap perlu mendapat dukungan setelah masa tugas berakhir. Menurut dia, masa purnabakti masih dapat diisi dengan aktivitas yang menjaga kesehatan, kemandirian, dan produktivitas.
“Bagi ASABRI, perjalanan pengabdian peserta tidak berhenti ketika masa tugas berakhir. Memasuki masa purnabakti justru membuka fase baru untuk tetap sehat, mandiri, produktif, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Melalui NAWASENA, ASABRI hadir untuk mendampingi peserta menjalani fase tersebut dengan lebih siap, percaya diri, dan penuh makna,” jelas Okki.
Persiapan pensiun tidak berhenti pada kecukupan dana. Kondisi kesehatan, kesiapan mental, aktivitas setelah pensiun, dan hubungan sosial juga ikut menentukan kualitas kehidupan pada masa purnabakti.