Selasa 13 Oct 2026 17:04 WIB

IIF Kembangkan Platform Digital Tingkatkan Efisiensi Pembiayaan

Lebih dari 30 aplikasi internal terintegrasi dalam satu sistem.

General Counsel IIF Milla Klarissa (kiri) menerima In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026 untuk kategori Regional Leadership in Non-Bank Financial Services.
Foto: IIF
General Counsel IIF Milla Klarissa (kiri) menerima In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026 untuk kategori Regional Leadership in Non-Bank Financial Services.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memangkas waktu penilaian awal pembiayaan infrastruktur hingga 30 persen melalui digitalisasi proses bisnis. Perusahaan mengintegrasikan lebih dari 30 aplikasi internal ke dalam satu platform untuk mempercepat pemrosesan proposal, penilaian risiko, hingga pemantauan pembiayaan proyek.

Digitalisasi tersebut dilakukan melalui platform Credit Sentinel yang dikembangkan IIF. Sistem ini mengintegrasikan proses pembiayaan dari penerimaan proposal hingga pemantauan proyek, sehingga proses penilaian dapat berlangsung lebih cepat dan transparan bagi pengembang maupun investor.

Baca Juga

IIF juga berencana mengembangkan Credit Sentinel dengan kemampuan analitik yang lebih canggih dan otomatisasi proses. Pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat manajemen risiko dalam pembiayaan infrastruktur.

Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, kecepatan pemrosesan dan kepercayaan investor menjadi faktor penting dalam pembiayaan proyek infrastruktur. Menurut dia, pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola perusahaan.

“Tantangan infrastruktur Indonesia bukan hanya soal permodalan, tetapi juga soal kecepatan dan kepercayaan. Credit Sentinel hanyalah permulaan. Kami akan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk membuat pembiayaan lebih cepat, lebih transparan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan klien yang terus berkembang, dengan tetap menjaga standar tata kelola tertinggi,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Transformasi digital tersebut memperoleh penghargaan Indonesia Technology Excellence Awards 2026 untuk kategori Enterprise Software – Financial Services. Penghargaan itu diberikan atas pengembangan sistem teknologi yang digunakan IIF dalam proses pembiayaan.

Selain digitalisasi, IIF memperkuat aspek kepatuhan, tata kelola, dan manajemen risiko hukum untuk mendukung transaksi pembiayaan jangka panjang. Penguatan tersebut dinilai penting mengingat pembiayaan infrastruktur umumnya melibatkan struktur transaksi yang kompleks.

Dalam aspek tata kelola hukum, IIF juga memperoleh pengakuan pada Asia Legal Awards 2026 sebagai Top 10 General Counsel of the Year. Perusahaan turut meraih penghargaan Regional Leadership in Non-Bank Financial Services dalam In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026.

IIF menyatakan akan melanjutkan pengembangan teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan infrastruktur. Integrasi sistem dan otomatisasi diharapkan dapat mempercepat proses transaksi tanpa mengurangi pengawasan terhadap risiko pembiayaan.

Berita Lainnya

Rekomendasi