Senin 12 Oct 2026 21:45 WIB

IVES 2026 Kenalkan Kalkulator Pengukur Dampak Ekonomi Event

Perhitungan mencakup efek berganda pada sektor perhotelan dan transportasi.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Satria K Yudha
Konferensi pers tentang penyelenggaraan IVES 2026 di Grand Sahid Jaya, Senin (12/10/2026).
Foto: Istimewa
Konferensi pers tentang penyelenggaraan IVES 2026 di Grand Sahid Jaya, Senin (12/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri penyelenggaraan acara atau event di Indonesia mulai mengembangkan sistem pengukuran untuk menghitung kontribusi ekonomi dari setiap kegiatan. Melalui Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026, pelaku industri memperkenalkan Event Economic Calculator yang dapat digunakan untuk mengukur perputaran ekonomi hingga penyerapan tenaga kerja.

Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana Putra mengatakan, industri event masih menghadapi tantangan dalam aspek kebijakan, profesionalitas, dan standardisasi. Menurut dia, keberhasilan sebuah acara tidak lagi cukup dinilai berdasarkan jumlah pengunjung maupun konsep penyelenggaraannya.

Baca Juga

“Saat ini, sebuah event tidak boleh lagi hanya dinilai dari keramaian, misalnya dihadiri 20 ribu orang, atau karena konsepnya bagus,” kata Andro dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Andro menilai pengukuran dampak ekonomi diperlukan agar kontribusi industri event terhadap perekonomian dapat terlihat lebih jelas. Ketersediaan data juga dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengembangan industri tersebut.

Pengukuran itu dinilai relevan dengan upaya Jakarta menjadi kota global menjelang peringatan lima abad pada 2027. Penyelenggaraan berbagai kegiatan di ibu kota membutuhkan metodologi penghitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Hal ini selaras dengan Jakarta 5 Abad. Harapannya, Jakarta bisa mewujudkan visi sebagai kota global yang tentunya perlu didukung oleh berbagai kegiatan event dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Andro.

Pendiri Event Economic Calculator Harryadin Mahardika menjelaskan, instrumen tersebut dikembangkan menggunakan metodologi penelitian untuk menghasilkan data ekonomi yang objektif. Proses pengukurannya juga melibatkan pengawasan komite dan pemeriksaan silang terhadap hasil perhitungan.

“Tujuan Event Economic Calculator adalah agar kita bisa mendapatkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Harryadin.

Hasil pengukuran tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai salah satu dasar penyusunan white paper industri event. Dokumen itu akan memetakan kebutuhan industri sekaligus memuat masukan untuk pengembangannya, tetapi tidak memiliki kedudukan sebagai regulasi pemerintah.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan data yang dapat menunjukkan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan acara. Pengukuran tersebut perlu mencakup aktivitas ekonomi yang muncul di luar lokasi kegiatan, termasuk sektor perhotelan dan transportasi.

“Event sudah tidak boleh lagi kita bicarakan indikator suksesnya hanya sekadar ramai, tapi bisa diukur ekonominya, dampak ekonominya, termasuk penyerapan tenaga kerja melalui metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Iffan.

Menurut Iffan, penghitungan dampak ekonomi dapat membantu pemerintah mengetahui seberapa besar efek berganda dari sebuah kegiatan. Dengan demikian, penilaian keberhasilan penyelenggaraan acara tidak hanya bertumpu pada jumlah peserta atau pengunjung.

Sementara itu, IVES 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–19 November 2026. Pertemuan utama pada 18–19 November di Grand Sahid Jaya Jakarta menargetkan sedikitnya 600 peserta dengan lebih dari 40 sesi, 70 pembicara dan moderator, serta 240 pertemuan speed networking.

Perwakilan Grand Sahid Jaya Herman Courbois menyatakan pihaknya berencana menggunakan Event Economic Calculator dalam sejumlah kegiatan mendatang. Penggunaan instrumen tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih terukur mengenai kontribusi ekonomi dari penyelenggaraan acara.

Berita Lainnya

Rekomendasi