Sabtu 10 Oct 2026 22:19 WIB

Marpolex 2026 di Bitung Libatkan Tiga Negara Jaga Lingkungan Laut

PT OSCT Indonesia bersama Ditjen Perhubungan Laut amankan perairan Sulawesi.

PT OSCT Indonesia mengerahkan lebih dari 200 personel terlatih dan 40.000 meter oil boom untuk mendukung upaya tersebut dalam Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2026 yang berlangsung pada 8–12 Oktober 2026 di Bitung, Sulawesi Utara.
Foto: Dok Republika
PT OSCT Indonesia mengerahkan lebih dari 200 personel terlatih dan 40.000 meter oil boom untuk mendukung upaya tersebut dalam Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2026 yang berlangsung pada 8–12 Oktober 2026 di Bitung, Sulawesi Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG — Perlindungan lingkungan laut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir. PT OSCT Indonesia mengerahkan lebih dari 200 personel terlatih dan 40.000 meter oil boom untuk mendukung upaya tersebut dalam Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2026 yang berlangsung pada 8–12 Oktober 2026 di Bitung, Sulawesi Utara.

Dalam latihan tiga negara yang digelar bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Philippine Coast Guard, dan Japan Coast Guard ini, OSCT Indonesia bekerja sama dengan Ditjen Perhubungan Laut dan Pelindo untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan.

Baca Juga

Angka yang dikerahkan tidak main-main. Lebih dari 200 personel terlatih serta 40.000 meter oil boom dikerahkan, yang cukup untuk membentangkan garis pertahanan puluhan kilometer demi melindungi lingkungan Indonesia.

Sebagai pusat penanggulangan tumpahan minyak terbesar di Indonesia dan Asia, kehadiran OSCT Indonesia di setiap ajang Marpolex merupakan bentuk konsistensi. Perusahaan terus berlatih, menguji diri, dan berbagi pengalaman dengan penjaga laut dari berbagai negara demi satu tujuan utama: laut yang selamat.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap operasi kami. Kami mendukung penuh Marpolex 2026 agar berjalan aman, tertib, dan tanpa kecelakaan. Jaga diri, jaga tim, jaga laut Indonesia,” ujar Direktur Utama PT OSCT Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Kukuh Surya Sigit Sentosa.

Di balik setiap meter oil boom yang digelar, ada nelayan yang tetap bisa melaut, karang yang tetap hidup, dan anak-anak yang tetap bermain di pantai yang bersih. Itulah alasan OSCT Indonesia terus hadir.

 

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi