REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, mencatat pengiriman global sebanyak 310.052 unit pada kuartal III 2026. Capaian tersebut meningkat 78,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi rekor pengiriman kuartalan bagi perusahaan.
Pada September 2026 saja, Leapmotor mengirimkan 105.656 unit kendaraan ke pasar global, tumbuh 59 persen secara tahunan. Dengan capaian tersebut, Leapmotor berhasil mencatatkan pengiriman lebih dari 100 ribu unit selama tiga bulan berturut-turut.
Dibandingkan kuartal II 2026, pengiriman Leapmotor pada kuartal III juga meningkat 25,87 persen. Perusahaan menyebut pencapaian ini memperkuat posisinya di industri kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).
Dari sisi produk, Leapmotor B01 dan B10 mencatatkan total produksi lebih dari 300 ribu unit hanya dalam 18 bulan sejak produksi dimulai. Kedua model tersebut juga membukukan ekspor kumulatif sebanyak 60 ribu unit.
Leapmotor B10 kini telah dipasarkan di lebih dari 40 negara dan wilayah. Perusahaan juga mengklaim model tersebut menjadi SUV listrik berbasis baterai (BEV) asal Tiongkok dengan penjualan tertinggi di Eropa pada paruh pertama 2026.
Selain mengembangkan pasar, Leapmotor memperkenalkan sejumlah teknologi baru dalam ajang 2026 Leapmotor Technology Day. Teknologi tersebut mencakup arsitektur LEAP 5.0 dan teknologi baterai terintegrasi untuk mendukung pengembangan kendaraan generasi berikutnya.
Leapmotor menyatakan pengembangan tersebut ditopang pengalaman 11 tahun dalam riset dan pengembangan secara internal. Perusahaan juga memperkenalkan teknologi embodied intelligence, sistem pencitraan definisi tinggi, dan panoramic head-up display.
Di Indonesia, Leapmotor menjalin kerja sama dengan Indomobil. Namun, data pengiriman yang disampaikan dalam rilis tersebut merupakan pencapaian global dan tidak merinci kontribusi pasar Indonesia.