REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memperkuat sistem keamanan siber melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan pengembangan teknologi perlindungan data. Transformasi ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan digital, mempercepat penanganan ancaman siber, serta menjaga keandalan layanan penjaminan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko teknologi.
Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo Sigit Tjahjo Prabowo mengatakan, penguatan keamanan siber tidak lagi sebatas urusan teknis teknologi informasi, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola risiko dan keberlangsungan operasional perusahaan. Jamkrindo mengembangkan sistem keamanan yang mengintegrasikan teknologi, proses kerja, dan kompetensi sumber daya manusia.
“Keamanan siber ditempatkan sebagai bagian strategis dari pengelolaan risiko dan keberlangsungan bisnis, bukan semata-mata aspek teknis teknologi informasi,” ujar Sigit dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Transformasi keamanan siber Jamkrindo dilaksanakan melalui empat tahapan sejak 2021. Perusahaan membangun fondasi keamanan pada 2021-2022, kemudian melakukan evaluasi dan penguatan kapabilitas pada 2022-2023.
Pada 2023-2024, Jamkrindo mulai mengembangkan otomasi untuk meningkatkan efektivitas pengamanan sistem. Selanjutnya, sepanjang 2024-2029, perusahaan berfokus pada perbaikan berkelanjutan agar sistem keamanan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan risiko digital.
Sigit menjelaskan, transformasi tersebut ditopang tiga pilar utama. Pilar pertama adalah Cyber Strategy Framework berbasis kerangka kerja National Institute of Standards and Technology (NIST) sebagai landasan tata kelola dan pengelolaan risiko keamanan siber.
Pilar kedua adalah Cybersecurity Intelligent Platform dengan arsitektur Zero Trust untuk memperkuat pengendalian akses dan perlindungan sistem. Pilar ketiga adalah AI Smarter Security yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu mendeteksi dan menganalisis potensi ancaman siber.
“Pendekatan ini dijalankan secara terintegrasi melalui peningkatan kesiapan organisasi, penguatan proses pengamanan, dan pengembangan kompetensi insan Jamkrindo,” ucap Sigit.
Penerapan transformasi tersebut menunjukkan perkembangan pada sejumlah indikator keamanan siber perusahaan. Jamkrindo mencatat waktu respons terhadap ancaman siber turun 87,5 persen menjadi satu jam, sedangkan waktu penemuan dan pemulihan data berkurang dari 12 jam menjadi dua jam.
Dari sisi finansial, kerugian akibat serangan siber dilaporkan turun hingga 90 persen secara tahunan. Tingkat kepatuhan keamanan siber juga meningkat menjadi 95 persen atau naik 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Perusahaan turut mencatat penurunan 100 persen pada insiden yang tidak terdeteksi berdasarkan indikator pengukuran yang digunakan. Perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan sistem dalam mendeteksi ancaman dan mempercepat penanganan gangguan.
“Capaian ini menunjukkan penguatan kemampuan Jamkrindo dalam mendeteksi ancaman, mempercepat respons, dan memulihkan layanan ketika menghadapi gangguan,” ujar Sigit.
Selain memperbarui teknologi, Jamkrindo meningkatkan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini organisasi. Penguatan kompetensi karyawan dilakukan agar perlindungan data dan sistem menjadi tanggung jawab bersama dalam kegiatan operasional.
Menurut Sigit, keandalan keamanan digital menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan layanan penjaminan dan mendukung perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sistem yang mampu mencegah, mendeteksi, dan menangani gangguan diperlukan untuk menjaga kesinambungan layanan perusahaan.
“Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat kemampuan pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan terhadap ancaman siber,” ungkap dia.
Jamkrindo juga akan melanjutkan pengembangan AI untuk mendukung analisis ancaman secara lebih adaptif dengan tetap mempertimbangkan tata kelola dan kebutuhan bisnis. Penguatan keamanan digital tersebut berjalan seiring dengan transformasi operasional perusahaan.
Atas pengembangan sistem keamanan siber tersebut, Jamkrindo meraih penghargaan Cybersecurity kategori Financial Services dalam The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan Asian Business Review. Penghargaan itu diberikan atas transformasi perlindungan sistem dan data, penguatan ketahanan operasional, serta peningkatan keandalan layanan digital perusahaan.