Kamis 08 Oct 2026 14:00 WIB

Bittime Ungkap Empat Faktor Penggerak Kripto, dari Suku Bunga hingga ETF

Arus ETF September mencapai 2,65 miliar dolar AS.

Aset kripto (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Aset kripto (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kenaikan Bitcoin sekitar 43 persen pada kuartal III 2026 membuka peluang investor mengambil keuntungan pada tiga bulan terakhir tahun ini. Selain potensi koreksi setelah reli, arah suku bunga, arus dana institusional, dan perkembangan regulasi menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar kripto.

Bittime menyebut pergerakan harga Bitcoin saja belum cukup untuk membaca arah pasar pada kuartal IV. Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, perubahan kondisi ekonomi global juga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga

“Pergerakan pasar kripto semakin berkaitan dengan kondisi makroekonomi global. Karena itu, investor perlu memahami perkembangan suku bunga, inflasi, dan likuiditas agar dapat membaca perubahan sentimen secara lebih utuh, bukan hanya merespons pergerakan harga dalam jangka pendek,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Menurut data CoinMarketCap yang dikutip Bittime, harga Bitcoin berada di sekitar 83.553 dolar AS pada 30 September 2026. Kapitalisasi pasarnya saat itu sekitar 1,68 triliun dolar AS.

Faktor pertama yang disoroti Bittime ialah kebijakan suku bunga dan kondisi makroekonomi. Perubahan inflasi, imbal hasil obligasi, dan likuiditas global dapat memengaruhi keputusan investor untuk menempatkan dana pada aset kripto.

Faktor kedua adalah arus dana pada dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Bittime mengutip laporan The Block yang menyebut produk tersebut mencatat arus dana masuk bersih sekitar 2,65 miliar dolar AS sepanjang September 2026, meski arus harian dapat berubah.

“Arus dana institusional dapat memberikan gambaran mengenai tingkat minat pasar, tetapi angka inflow atau outflow sebaiknya tidak dilihat secara terpisah. Kondisi makro, likuiditas, dan dinamika pasar secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan,” kata Ryan.

Faktor ketiga ialah kemungkinan investor merealisasikan keuntungan setelah kenaikan harga Bitcoin pada kuartal sebelumnya. Bittime mengutip laporan Reuters yang mencatat penguatan Bitcoin sekitar 43 persen pada kuartal III 2026.

Sementara itu, perkembangan regulasi menjadi faktor keempat yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Pendiri Future Coin Eko Mamahit menilai pasar altcoin berpeluang ikut menguat setelah pergerakan Bitcoin, tetapi kemungkinan koreksi tetap perlu diperhitungkan.

Eko juga menyoroti pembahasan sejumlah rancangan aturan aset kripto di Amerika Serikat serta kebijakan suku bunga bank sentral negara tersebut. Pandangan serupa disampaikan pelaku perdagangan aset kripto Alexander Brian, yang menilai kondisi makroekonomi dan arus dana institusional akan memengaruhi pergerakan pasar.

Bittime turut melihat peluang pertumbuhan perdagangan kontrak berjangka atau futures di tengah perubahan pasar. Sejak diluncurkan pada Juli 2026, layanan Bittime Futures menyediakan 49 pasangan perdagangan dengan pilihan posisi long dan short serta fasilitas pengungkit atau leverage hingga 25 kali.

Fasilitas pengungkit memungkinkan pengguna membuka posisi dengan dana jaminan yang lebih kecil dibandingkan nilai kontraknya. Namun, fasilitas itu juga memperbesar potensi kerugian dan dapat menyebabkan posisi dilikuidasi ketika dana jaminan tidak lagi mencukupi.

Bittime menargetkan volume perdagangan futures tumbuh hingga 10 kali lipat pada tahun pertama layanan tersebut. Perusahaan menekankan perlunya pemahaman mengenai mekanisme kontrak dan risiko sebelum pengguna bertransaksi.

Berita Lainnya

Rekomendasi