Jumat 02 Oct 2026 16:14 WIB

Penutupan Bandara akibat Erupsi Anak Krakatau Rugikan Angkasa Pura Rp 40 Miliar

Penutupan berdampak pada sekitar 200 ribu calon penumpang setiap hari.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Petugas melayani penumpang saat melakukan proses pembatalan tiket atau refund di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026). Sebanyak 209 penerbangan di Bandara International Soekarno Hatta terpaksa dibatalkan imnas dari adanya sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penumpukan calon penumpang di area bandara. Jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas melayani penumpang saat melakukan proses pembatalan tiket atau refund di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026). Sebanyak 209 penerbangan di Bandara International Soekarno Hatta terpaksa dibatalkan imnas dari adanya sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penumpukan calon penumpang di area bandara. Jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Agus Haryadi menjelaskan dampak penutupan sejumlah bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026. Agus tak menampik penutupan tersebut memberikan kerugian terhadap bandara yang dikelola Angkasa Pura.

"Kalau ngomong rugi, banyak ruginya, Rp 40 miliar ada kali dalam dua hari itu, tapi kita tidak memikirkan hal itu," ujar Agus dalam Lokakarya Media Forwahub-BKIP bertajuk "Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri" di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga

Kendati begitu, Agus menyampaikan penutupan bandara menjadi keharusan demi menjaga keselamatan penerbangan. Berdasarkan data, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 1.000 pergerakan penerbangan dengan rata-rata 130 ribu penumpang per hari.

Agus menyampaikan situasi serupa pun terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Bandara Tanjung Karang di Lampung. Agus menyampaikan Angkasa Pura bersama pemangku kepentingan lain bergerak cepat melakukan penanganan pelayanan bagi sekitar 200 ribu calon penumpang terdampak setiap hari.

"Bisa membayangkan ketika (bandara) Soekarno-Hatta kemudian tertutup, itu bagaimana penumpang yang terdampak, bagaimana penumpang yang akan menuju ke Soekarno-Hatta, itu luar biasa dampaknya," ucap Agus.

Agus mengatakan Angkasa Pura pun bergerak cepat mengalihkan rute terbang calon penumpang ke sejumlah bandara lain di Pulau Jawa. Agus mengatakan pihaknya memobilisasi calon penumpang dengan armada bus menuju bandara alternatif.

"Upaya kami menyediakan bus karena kita dapati penumpang masih bisa dimobilisasi ke bandara lain yang ada di Pulau Jawa. Jadi kita kirim bus ke Solo, Jogja, Surabaya," sambung Agus.

Berita Lainnya

Rekomendasi