Kamis 01 Oct 2026 14:27 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 3,55 Miliar Dolar AS pada Agustus 2026 

Nilai impor pada Agustus 2026 mencapai 23,06 miliar dolar AS.

Rep: Eva Rianti/ Red: Gita Amanda
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mengalami surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS.  (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mengalami surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mengalami surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS. Capaian tersebut mendukung kondisi surplus secara kumulatif periode Januari—Agustus 2026 sebesar 7,25 miliar dolar AS. 

Angka surplus pada Agustus 2026 merupakan selisih antara nilai ekspor dan impor. BPS mencatatkan angka ekspor pada Agustus 2026 mencapai 26,61 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor tercatat hanya 23,06 miliar dolar AS, sehingga mengalami surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS. 

Baca Juga

“Nilai ekspor pada Agustus 2026 mencapai 26,61 miliar dolar AS, atau naik 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025 sebesar 24,94 miliar dolar AS. Total nilai ekspor mengalami kenaikan secara tahunan, utamanya didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Tercatat, nilai ekspor nonmigas pada Agustus 2026 sebesar 25,62 miliar dolar AS, naik 7,23 peren dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 23,89 miliar dolar AS. Sedangkan, nilai ekspor migas tercatat 0,99 miliar dolar AS, turun 5,10 persen dibandingkan Agustus 2025 sebesar 1,05 miliar dolar AS. 

“Nilai impor pada Agustus 2026 mencapai 23,06 miliar dolar AS, naik 19,09 persen dibandingkan Agustus 2025 sebesar 19,36 miliar dolar AS. Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan impor nonmigas,” terangnya. 

Tercatat, nilai impor nonmigas pada Agustus 2026 mencapai 19,53 miliar dolar AS, naik 17,20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 16,66 miliar dolar AS. Adapun, nilai impor migas pada Agustus 2026 sebesar 3,53 miliar dolar AS, meningkat 30,73 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 2,70 miliar dolar AS. 

Secara keseluruhan atau akumulatif periode Januari—Agustus 2026, BPS mencatatkan neraca perdagangan Indonesia masih berada pada posisi surplus. Tercatat, neraca perdagangan kumulatif pada delapan bulan pertama di 2026 mengalami surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS.

“Surplus sepanjang periode Januari—Agustus 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus 28,54 miliar dolar AS, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 21,29 miliar dolar AS,” jelas Ateng.

Nilai ekspor kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai 193,64 miliar dolar AS, naik 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 5,48 persen menjadi 185,63 miliar dolar AS.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan mencatat nilai ekspor terbesar, dengan nilai mencapai 159,55 miliar dolar AS atau naik 7,87 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Adapun tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah China sebesar 47,44 miliar dolar AS (25,55 persen), AS sebesar 22,41 miliar dolar AS (12,07 persen), dan India sebesar 12,77 miliar dolar AS (6,88 persen).

Sementara itu, nilai impor kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai 186,39 miliar dolar AS, naik 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari impor nonmigas yang naik 16,83 persen menjadi 157,09 miliar dolar AS, serta impor migas yang naik 39,03 persen menjadi 29,30 miliar dolar AS.

Menurut penggunaan, impor bahan baku/penolong menjadi komponen impor terbesar, dengan nilai 133,38 miliar dolar AS atau naik 20,67 persen. Lalu, impor barang modal mencapai 36,75 miliar dolar AS, naik 18,82 persen, sedangkan impor barang konsumsi tercatat sebesar 16,27 miliar dolar AS, naik 15,48 persen.

China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan nilai 66,64 miliar dolar AS (42,42 persen). Posisi berikutnya ditempati oleh Jepang sebesar 8,88 miliar dolar AS (5,65 persen) dan Australia sebesar 7,31 miliar dolar AS (4,65 persen).

Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari–Agustus 2026 terutama berasal dari beberapa komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 24,91 miliar dolar AS, bahan bakar mineral 18,84 miliar dolar AS, besi dan baja 12,10 miliar dolar AS, nikel dan barang daripadanya 8,38 miliar dolar AS, serta alas kaki 4,33 miliar dolar AS. 

Berita Lainnya

Rekomendasi