REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan keterampilan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi salah satu fokus program Enduro Entrepreneurship Program (EEP) yang dijalankan PT Pertamina Lubricants (PT PL). Program tersebut mencakup pelatihan teknis perbengkelan dan kewirausahaan yang diarahkan untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha.
PT PL kembali menggelar Enduro Skill Contest (ESC) untuk menguji keterampilan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) binaannya. Sebanyak 13 dari 55 SMK binaan PT PL mengikuti ESC 2026 yang berlangsung pada 30 September–1 Oktober 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Kompetisi tersebut mencakup tiga kategori, yakni Dutapreneur yang menguji kemampuan kewirausahaan, Social Media Competition, serta Mechanical Skill yang berfokus pada kompetensi teknis perbengkelan roda dua.
Para pemenang ESC 2026 akan mendapatkan hadiah serta kesempatan melihat langsung dan mempelajari standar teknis tim balap motorsport kelas dunia yang akan berlaga di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada Oktober.
Program ESC merupakan bagian dari EEP, program payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Lubricants yang juga mencakup Enduro Home Service (EHS).
Melalui EHS, siswa SMK binaan Pertamina Lubricants mendapatkan pelatihan keterampilan perbengkelan roda dua sekaligus pengalaman praktik melayani kebutuhan servis sepeda motor masyarakat.
Salah satu peserta yang mengikuti program tersebut adalah Muhammad Rochmani, siswa SMK Harapan Mulya Kendal. Siswa berusia 18 tahun itu menempuh jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor dan mengikuti EHS sebagai bagian dari pengembangan keterampilannya.
Selain keterampilan teknis, program tersebut juga memberikan pembekalan mengenai kewirausahaan untuk mendukung rencana siswa mengembangkan usaha bengkel.
Muhammad kemudian meraih juara satu kategori kewirausahaan pada Enduro Skill Contest 2025. Prestasi tersebut memberinya kesempatan mengunjungi paddock tim balap MotoGP saat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.
“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melihat sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata. Melalui kompetisi seperti Enduro Skill Contest, kami berharap siswa semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants.
Program EHS dan ESC merupakan bagian dari Enduro Entrepreneurship Program (EEP). Sejak 2023, program tersebut telah melahirkan 169 bengkel binaan Pertamina Lubricants dengan total omzet lebih dari Rp11 miliar.
EEP tidak hanya menyasar sekolah SMK, tetapi juga sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari warga binaan pemasyarakatan, nelayan, penyandang disabilitas, hingga santri. Hingga saat ini, lebih dari 7.284 orang telah mendapatkan pelatihan, sementara program secara keseluruhan telah menjangkau lebih dari 82.000 penerima manfaat di Indonesia.
“Program ini bukan sekedar meningkatkan kemampuan teknis. Kami ingin keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat bisa benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri dan melayani kebutuhan di sekitarnya. Karena itu, selain peningkatan kapasitas kami juga memberikan pendampingan terkait pengelolaan bengkel, pemasaran, sampai bagaimana mengembangkan usaha dan melayani pelanggan,” tambah Rika.
Pendekatan tersebut menerapkan model Creating Shared Value (CSV), dengan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perusahaan.
Omzet bengkel-bengkel binaan berasal dari penjualan oli Pertamina Enduro, jasa perawatan dan perbaikan kendaraan, serta penjualan suku cadang.
Melalui Enduro Entrepreneurship Program, Pertamina Lubricants melanjutkan program pengembangan keterampilan dan kewirausahaan bagi masyarakat, termasuk siswa SMK, untuk mendukung peluang usaha dan kesiapan menghadapi dunia kerja.