Kamis 01 Oct 2026 07:43 WIB

Jakarta Running Festival Digelar 24-25 Oktober, Peserta Digratiskan Naik Transportasi Publik

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dukungan rute, layanan kesehatan, dan transportasi.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Ahmad Fikri Noor
Suasana momen start wondr Jakarta Running Festival 2024.
Foto: Jakarta Running Festival
Suasana momen start wondr Jakarta Running Festival 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mendukung ajang lari MyBCA Jakarta Running Festival (JRF) yang digelar pada 24-25 Oktober 2026. Pasalnya, ajang lari bertaraf internasional itu dinilai dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, dukungan yang bakal diberikan antara lain kesiapan rute dan layanan kesehatan. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta akan menggratiskan transportasi publik Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta bagi peserta JRF yang mengenakan nomor peserta (bib) resmi pada hari pelaksanaan.

Baca Juga

"Kami memberikan totalitas support. Mulai dari persiapan tempat atau jalan yang digunakan untuk lari, kemudian juga kesehatan, kemudian juga berbagai hal. Termasuk dalam kesempatan hari ini sekaligus saya juga ingin mengumumkan kembali bahwa semua transportasi akan menjadi Rp 0 pada saat itu, transportasi yang dikelola oleh Jakarta,” kata dia saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ia berharap kehadiran pelari beserta keluarga dan pendukung turut menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan usaha lokal. Ia juga meminta penyelenggara memaksimalkan promosi digital agar dampak JRF tidak berhenti ketika lomba selesai.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi peningkatan jumlah peserta dan standar penyelenggaraan JRF. Menurut dia, jumlah peserta maraton tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ya, saya kira dengan leadership Pak Pramono Anung, kita lihat Jakarta berubah ya. Paling tidak, saya juga lihat dari tahun lalu ke tahun ini angkanya naik, tiga kali lebih banyak jumlah marathon dibanding tahun lalu,” ujar Luhut.

Ia juga menyoroti capaian label internasional yang diperoleh penyelenggara setelah memenuhi standar penyelenggaraan yang ditetapkan. Pasalnya, hal itu merupakan yang pertama di Indonesia.

“Saya pikir kami tidak memberikan kaleng-kaleng, tapi kita enggak ada alasan tidak memberikan, karena semua standar kriteria yang ada itu dipenuhi oleh KLAB ini,” kata dia.

Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, mengatakan standar JRF 2026 ditingkatkan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Menurut dia, kategori half marathon meraih Gold Label, sedangkan kategori full marathon juga memperoleh label internasional.

“Atas nama KLAB, saya ingin mengucapkan apresiasi kepada Pemprov DKI dan seluruh dinas Pemprov, karena berkat dukungan dan kerja samanya, JRF 2025 berjalan bagus. Nah, tahun ini kita sedikit menaikkan standarnya, di mana MyBCA Jakarta Running Fest 2026 mendapatkan peringkat gold label untuk half marathon-nya dan full marathon-nya mendapatkan label internasional,” kata Dickie.

Untuk mendukung standar tersebut, penyelenggara menghadirkan Blue SPR Line atau Shortest Possible Route pada lintasan half marathon. Garis biru tersebut menunjukkan jalur terpendek yang dapat diikuti pelari untuk mendapatkan rute yang lebih presisi.

“Nah, line ini akan menunjukkan rute terpendek untuk pelari yang ingin mendapatkan personal best, dan biasanya line ini hanya ada di major marathon seperti Berlin, Tokyo, dan Chicago,” kata dia.

Dalam ajang tersebut, JRF 2026 juga akan menghadirkan race expo di Istora Senayan yang melibatkan 130 jenama dan 49 UMKM lokal. Selain itu, sebanyak 250 komunitas disiapkan untuk memberikan dukungan di sepanjang koridor Sudirman-Gatot Subroto.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi