Kamis 01 Oct 2026 07:31 WIB

Telkom Punya Dirut Baru, Langsung Bergerak Spin-Off InfraCo

Telkom resmi melanjutkan langkah pemisahan aset dan bisnis infrastruktur jaringan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).
Foto: Telkom
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9/2026). Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan.

"Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antarentitas secara berkelanjutan," ujar Nanang.

Baca Juga

Nanang mengatakan Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom, lanjut Nanang, memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia.

"RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekaligus berkontribusi pada meningkatnya kinerja Perseroan dan mendukung suksesnya agenda transformasi TLKM 30," ucap Nanang.

Nanang menyampaikan Telkom dan InfraNexia telah melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Melalui tahapan ini, ucap Nanang, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia.

"Hal ini memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia," lanjut Nanang.

Secara keseluruhan, sambung Nanang, skala tersebut mencakup sekitar 112 ribu kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 85,7 triliun. Nanang mengatakan InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri," kata Nanang.

Nanang optimistis langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi