Selasa 29 Sep 2026 19:14 WIB

AI Ubah Peta Dunia Kerja, Lulusan Baru Diminta Perkuat Empat Keahlian Ini

Empati dan komunikasi tetap menentukan kualitas pelayanan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Satria K Yudha
Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana.
Foto: KAI
Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja, termasuk mengurangi pertumbuhan pekerjaan di Amerika Serikat. Di tengah perubahan itu, lulusan baru dinilai perlu memperkuat kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan empati agar tetap relevan.

Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana mengutip data Goldman Sachs Research pada April 2026 yang memperkirakan AI telah mengurangi pertumbuhan jumlah pekerja dalam daftar gaji (payroll) di Amerika Serikat sekitar 16 ribu pekerjaan per bulan selama setahun terakhir. Ia menyampaikan data itu dalam orasi ilmiah pada wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (29/9/2026).

Baca Juga

Di sisi lain, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan muncul hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan akan tergeser. Menurut Endang, angka tersebut menunjukkan bahwa AI mengubah jenis kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja.

“Dunia kerja berubah, dan karena itu kita harus berubah bersamanya,” kata Endang. Ia menilai generasi muda perlu menguasai teknologi sekaligus mengembangkan kemampuan yang bertumpu pada interaksi antarmanusia.

“Semakin AI mengambil pekerjaan yang rutin, semakin penting kemampuan manusia untuk memahami manusia,” kata dia. Karena itu, Endang menekankan pentingnya kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan empati bagi para lulusan.

Endang mencontohkan perubahan layanan KAI melalui aplikasi Access by KAI, yang mencatat 17 juta transaksi penjualan tiket kereta api jarak jauh dan lokal pada semester I 2026. Namun, menurut dia, penggunaan teknologi saja tidak menentukan mutu layanan.

“Secanggih apa pun teknologi dan sebaik apa pun sistem yang kita bangun, pada akhirnya manusialah yang menentukan kualitas pelayanan,” katanya. Endang menyebut indeks kepuasan pelanggan KAI pada semester I 2026 mencapai 4,53 dari skala 5, dengan lebih dari 2,2 juta interaksi pelanggan melalui berbagai kanal pelayanan.

Endang mengingatkan wisudawan agar menguasai AI tanpa mengabaikan kemampuan memahami kebutuhan orang lain. Ia menilai penguasaan teknologi akan lebih berguna jika disertai kemampuan memberi manfaat bagi sesama.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi