Selasa 29 Sep 2026 18:26 WIB

Jamin Keandalan Listrik GBK hingga Bandara Soekarno-Hatta, PLN Pererat Sinergi Operasional

PLN UIP2B Jamali dan PLN IP UBP Banten 3 Lontar memperkuat koordinasi operasional.

PLN UIP2B Jamali dan PLN IP UBP Banten 3 Lontar memperkuat koordinasi operasional.
Foto: dok PLN IP
PLN UIP2B Jamali dan PLN IP UBP Banten 3 Lontar memperkuat koordinasi operasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) memperkuat koordinasi operasional bersama PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 Lontar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2 di wilayah DKI Jakarta dan Banten guna memastikan sistem kelistrikan beroperasi secara aman, andal, dan responsif terhadap berbagai kondisi di lapangan.

Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2 merupakan salah satu bagian penting dalam sistem kelistrikan yang mendukung pasokan listrik ke berbagai pusat aktivitas strategis di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Wilayah tersebut mencakup fasilitas vital seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Kesiapan sistem kelistrikan menjadi krusial demi mendukung kelancaran simpul transportasi dan pusat kegiatan masyarakat tersebut.

Baca Juga

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan bahwa pengoperasian sistem kelistrikan membutuhkan koordinasi yang baik antara unit pembangkit dan pengatur sistem, khususnya pada subsistem yang menopang kebutuhan listrik di wilayah beraktivitas tinggi.

“Koordinasi menjadi salah satu langkah preventif yang penting untuk meningkatkan kesiapan sistem sekaligus mendukung pengambilan keputusan ketika menghadapi kondisi operasi yang membutuhkan penanganan bersama,” kata Munawwar.

Melalui kegiatan koordinasi tersebut, PLN UP2B Jakban bersama PLN IP UBP Banten 3 Lontar menyamakan langkah dalam mendukung pengoperasian sistem yang lebih optimal. Upaya tersebut mencakup kesiapan operasional, pola komunikasi antarpetugas, hingga penguatan koordinasi dalam menghadapi berbagai kondisi operasi.

Manajer PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, menyampaikan bahwa keandalan sistem merupakan hasil kolaborasi yang terbangun secara konsisten di seluruh lini operasional PLN.

“Menjaga keandalan sistem membutuhkan sinergi yang kuat antarunit. Koordinasi seperti ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi, serta memastikan setiap langkah operasional berjalan selaras sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik,” ujar Duli.

Sementara itu, Manajer Operasi PLN IP UBP Banten 3 Lontar, Berlison Haloho, menyatakan bahwa koordinasi antara sisi pembangkitan dan pengaturan sistem sangat penting untuk memastikan kesiapan pembangkit dalam menopang kebutuhan sistem kelistrikan.

“Dari sisi pembangkitan, kami terus memastikan kesiapan unit dan menjaga komunikasi yang baik dengan UP2B. Dengan koordinasi yang dilakukan secara intensif, setiap kondisi operasi dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti dengan cepat sehingga pembangkit dapat memberikan dukungan optimal terhadap keandalan sistem,” kata Berlison.

Melalui penguatan sinergi operasional ini, PLN terus mendorong kesiapan sistem kelistrikan yang tangguh dan adaptif. Kolaborasi antarunit ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat serta berbagai fasilitas dan aktivitas strategis di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Berita Lainnya

Rekomendasi