Senin 28 Sep 2026 20:05 WIB

Dana Abadi LPDP Bertambah Rp15 Triliun, Pemerintah Perkuat Riset dan Talenta

Investasi pendidikan diarahkan pada beasiswa, riset, dan talenta.

LPDP.
Foto: Dok Setkab
LPDP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah menambah Rp15 triliun ke dana abadi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga 31 Agustus 2026. Tambahan dana tersebut digunakan untuk mendukung program beasiswa, pendanaan riset, dan pengembangan talenta nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dukungan APBN kepada LPDP merupakan investasi pemerintah di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Hingga saat ini, LPDP telah mendanai 20.792 penerima beasiswa, sedangkan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 37 ribu orang jika termasuk program kolaborasi.

Baca Juga

“APBN untuk LPDP itu sudah dialokasikan masuk dana abadi tambahan Rp 15 triliun. LPDP mendanai 20.792 awardee dan juga ada awardee kolaborasi jadi totalnya sudah lebih dari 37 ribu,” kata Suahasil berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (28/9/2026).

Penguatan pendanaan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas riset dan pengembangan talenta. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama LPDP memperkuat pendanaan penelitian melalui program beasiswa dan kerja sama internasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, penguatan pendanaan riset menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan penelitian di perguruan tinggi.

“Penguatan riset dan pengembangan talenta perlu kita dorong bersama, agar investasi pendidikan dan penelitian dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi pengembangan kapasitas Indonesia,” kata Brian.

Kemdiktisaintek juga berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan anggaran penelitian secara berkelanjutan hingga 2029. Kerja sama riset dan mobilitas pendidikan juga mulai dijajaki dengan sejumlah perguruan tinggi dunia, termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Imperial College London.

Pengembangan talenta juga mencakup sektor kesehatan melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Pemerintah menargetkan 1.000 beasiswa PPDS, sementara LPDP saat ini memberikan dukungan kepada sekitar 600 hingga 750 penerima.

Kemdiktisaintek mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta melalui skema pendanaan bersama untuk memenuhi target tersebut.

Penerima beasiswa PPDS juga diarahkan memiliki komitmen penempatan setelah menyelesaikan pendidikan untuk mendukung kebutuhan dokter spesialis di berbagai wilayah.

Plt Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan, pengembangan program riset akan tetap disertai ukuran capaian dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami siap mendukung Kemdiktisaintek, dan kami secara rutin sudah berdiskusi dengan direktorat terkait mengenai pembahasan ini,” kata Yon Arsal.

Berita Lainnya

Rekomendasi