Kamis 24 Sep 2026 21:46 WIB

Cek Kesehatan Gratis Jadi Instrumen Papua Sehat hingga 2041

Cek kesehatan gratis menjadi fondasi menuju Papua Sehat hingga 2041.

Ilustrasi cek kesehatan gratis.
Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Ilustrasi cek kesehatan gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Papua Barat tidak hanya diposisikan sebagai layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Pemerintah daerah mulai menempatkannya sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat agenda jangka panjang Papua Sehat hingga 2041.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan CKG telah menjangkau 41.079 warga atau sekitar 92,05 persen dari total 44.627 pendaftar. Capaian itu mencakup kelompok bayi hingga anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, serta kelompok dewasa hingga lanjut usia.

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat dr Alwan Rimosan mengatakan tingginya capaian tersebut menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis semakin baik. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memastikan cakupan layanan tersebar merata di seluruh kabupaten.

“Dari 44.627 warga yang mendaftar, sekitar 92,05 persen sudah mendapatkan pelayanan CKG di seluruh wilayah Papua Barat,” kata Alwan di Manokwari, Kamis.

Kelompok anak sekolah dan remaja menjadi penerima layanan CKG terbanyak dengan 20.172 orang. Kelompok dewasa hingga lanjut usia mencapai 18.917 orang, sedangkan kelompok bayi baru lahir hingga anak prasekolah sebanyak 1.990 orang.

Data tersebut menunjukkan program CKG sekaligus menjadi pintu masuk untuk memperkuat deteksi dini pada kelompok usia produktif dan generasi muda. Pemerintah provinsi juga telah menerbitkan surat edaran pelaksanaan CKG di seluruh sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang siswa.

Menurut Alwan, layanan kesehatan preventif perlu diperluas sejak usia dini agar gangguan kesehatan dapat ditemukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Manokwari Tertinggi

Secara wilayah, penerima layanan CKG terbanyak berada di Kabupaten Manokwari dengan 11.201 orang. Setelah itu disusul Teluk Bintuni sebanyak 9.740 orang dan Fakfak 8.935 orang.

Di wilayah lainnya, Teluk Wondama mencatat 3.518 penerima, Manokwari Selatan 3.331 orang, Kaimana 2.615 orang, dan Pegunungan Arfak sebanyak 1.739 orang.

“Hanya Kabupaten Manokwari yang paling tinggi cakupannya, sedangkan enam lainnya masih perlu ditingkatkan. Kami sudah koordinasi dengan teman-teman dinkes kabupaten,” ujar Alwan.

Perbedaan tersebut menjadi perhatian pemerintah provinsi karena keberhasilan program tidak hanya diukur dari angka total penerima, tetapi juga dari kemampuan menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Papua Barat.

Alwan mengatakan perluasan cakupan membutuhkan kolaborasi yang lebih luas, terutama di wilayah yang akses layanannya belum sekuat pusat pemerintahan. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan lembaga pendidikan.

Menumpang Keramaian Publik

Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan layanan CKG pada berbagai kegiatan masyarakat yang mengumpulkan banyak orang.

“Kami sudah imbau agar semua kegiatan yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak bisa mengikutsertakan kegiatan CKG. Tim medis kami selalu siap,” kata Alwan.

Strategi itu memungkinkan pelayanan kesehatan bergerak mendekati masyarakat, bukan hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan.

Menurut dia, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memperluas cakupan pemeriksaan. Pola pelayanan seperti ini juga dinilai relevan untuk wilayah Papua Barat yang memiliki tantangan geografis dan sebaran penduduk yang tidak merata.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi