Rabu 23 Sep 2026 18:21 WIB

Penjualan New Energy Vehicle Tembus 110 Ribu Unit, BYD Atto 1 Terlaris pada Agustus

BYD Atto 1 mencatat wholesales 5.560 unit pada Agustus 2026.

Interior BYD Atto 1.
Foto: dok BYD Indonesia
Interior BYD Atto 1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia terus tumbuh sepanjang 2026. Hingga Agustus, penjualan NEV secara nasional telah menembus lebih dari 110 ribu unit, dengan pertumbuhan pada Agustus mencapai 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV). Pada semester pertama 2026, penjualan BEV nasional tercatat lebih dari 84 ribu unit atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Di segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), penjualan pada periode yang sama mencapai sekitar 7.000 unit, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan sekitar 2.000 unit pada semester pertama 2025.

Baca Juga

Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, BYD Indonesia mencatat wholesales lebih dari 40.600 unit hingga Agustus 2026. Perusahaan menyebut angka tersebut setara dengan pangsa pasar sekitar 37 persen dari pasar NEV nasional. Sejumlah model menjadi kontributor, termasuk BYD Atto 1 di segmen mobil listrik dan BYD M6 DM di segmen kendaraan dengan teknologi Dual Mode (DM).

BYD Atto 1 mencatat wholesales 5.560 unit pada Agustus 2026. Angka tersebut menempatkannya sebagai model dengan penjualan tertinggi secara nasional pada bulan tersebut. Penjualan Atto 1 juga meningkat 31 persen dibandingkan Juli 2026 dan menghasilkan pangsa pasar 44 persen di segmen Low & LCGC Hatchback.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan kendaraan listrik. “Elektrifikasi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Luther.

Sementara itu, BYD M6 DM mencatat pertumbuhan penjualan 34 persen pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Model yang diperkenalkan pada Mei 2026 tersebut membukukan penjualan kumulatif lebih dari 4.400 unit hingga Agustus dan mencatat pangsa pasar 47 persen pada semester pertama 2026.

Pada segmen DM, BYD M6 DM juga disebut mencatat penjualan tertinggi selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar 69 persen pada periode tersebut. BYD menyatakan teknologi DM menawarkan kombinasi penggerak listrik dan mesin hybrid untuk penggunaan perkotaan maupun perjalanan jarak jauh. Luther mengatakan kebutuhan konsumen keluarga kini juga mencakup efisiensi, kenyamanan, fitur keselamatan, dan biaya operasional.

Selain M6 DM, BYD juga menawarkan M6 EV sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan penggerak listrik sepenuhnya. Kedua model tersebut memberikan pilihan teknologi berbeda dalam satu lini kendaraan, yakni teknologi EV dan DM, sesuai dengan kebutuhan penggunaan konsumen.

Penguatan pasar kendaraan energi baru tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan produksi lokal. BYD Atto 1, M6 EV, dan M6 DM saat ini telah diproduksi di fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat. Ketiganya menjadi bagian dari portofolio kendaraan energi baru yang diproduksi secara lokal untuk pasar Indonesia.

BYD menyatakan pengembangan produksi lokal menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur sekaligus mengikuti pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Perusahaan juga menilai perkembangan Atto 1 dan keluarga M6 menunjukkan meningkatnya pilihan teknologi elektrifikasi bagi konsumen, dari mobil listrik untuk mobilitas perkotaan hingga kendaraan keluarga dengan pilihan EV dan DM.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi