REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asuransi Astra menambah layanan evakuasi kendaraan melalui Garda Siaga dengan menggunakan hydraulic flatbed. Layanan tersebut kini tersedia di 31 titik di Indonesia, menyasar kebutuhan penanganan kendaraan elektrifikasi yang jumlahnya terus bertambah.
Hydraulic flatbed mengangkut kendaraan secara utuh di atas bak derek sehingga tidak perlu menarik kendaraan dengan bertumpu pada roda depan atau belakang. Cara tersebut digunakan untuk mengurangi risiko kerusakan tambahan saat kendaraan dievakuasi.
Kebutuhan terhadap metode evakuasi tersebut muncul seiring bertambahnya kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV) di pasar otomotif. Karakteristik kendaraan elektrifikasi membuat proses penanganannya berbeda dari kendaraan konvensional.
Untuk memperluas cakupan layanan, Asuransi Astra bekerja sama dengan AstraWorld. Garda Siaga kini beroperasi di 31 titik yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
President Director Asuransi Astra Maximilian Agatisianus mengatakan, perubahan jenis kendaraan ikut mengubah kebutuhan layanan bantuan di jalan. “Seluruh inovasi yang kami hadirkan hari ini merupakan wujud komitmen Asuransi Astra untuk terus menjaga kepercayaan dan memberikan rasa aman bagi pelanggan,” ujar Maximilian dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Selain layanan evakuasi, Asuransi Astra mengembangkan layanan melalui aplikasi myGarda. Aplikasi tersebut memuat kurang dari 20 layanan, antara lain permintaan bantuan darurat, pengajuan klaim, proses survei, dan permintaan kontrol rawat jalan.
Penambahan hydraulic flatbed dan perluasan Garda Siaga menjadi penyesuaian layanan Asuransi Astra terhadap perkembangan jenis kendaraan di pasar. Dengan 31 titik layanan, evakuasi kendaraan dapat dilakukan di lebih banyak wilayah.