Senin 07 Sep 2026 06:49 WIB

Total 1.039 Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penerbangan yang dibatalkan dan ditunda berdampak pada 166.351 penumpang.

Calon penumpang mengantre saat melakukan proses pembatalan tiket atau refund di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026). Sebanyak 209 penerbangan di Bandara International Soekarno Hatta terpaksa dibatalkan imnas dari adanya sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penumpukan calon penumpang di area bandara. Jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Calon penumpang mengantre saat melakukan proses pembatalan tiket atau refund di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026). Sebanyak 209 penerbangan di Bandara International Soekarno Hatta terpaksa dibatalkan imnas dari adanya sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penumpukan calon penumpang di area bandara. Jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 1.039 penerbangan di bandara itu terdampak akibat adanya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Ahad (7/9/2026).

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan di Tangerang, Banten, Ahad, mengatakan dari ribuan penerbangan tersebut merupakan akumulasi yang meliputi pembatalan, keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif.

Baca Juga

"Berdasarkan data penerbangan pukul 21.30 WIB, terdapat 1.039 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan dari total 1.039 penerbangan ini terdiri dari 746 penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, dan 21 penerbangan kargo, dengan total sebanyak 166.351 penumpang.

Kendati demikian, sebagai langkah penanganan terhadap penumpang terdampak, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Di mana, pelaksanaannya, bandara menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak serta menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan.

"InJourney Airports menyiapkan layanan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya. Pada tahap awal, sebanyak 8 bus disiapkan, masing-masing 2 bus untuk setiap tujuan, dengan keberangkatan pertama pada hari ini (6/9) pukul 21.00 WIB," ungkapnya.

Yudis menambahkan untuk informasi mengenai layanan bus tersebut akan disampaikan secara langsung oleh staf bandara kepada penumpang terdampak yang berada di terminal. Penumpang dapat melakukan pendaftaran di posko yang disiapkan di masing-masing terminal, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

Selain itu, beberapa area khusus di terminal juga telah disiapkan bagi penumpang terdampak, seperti Employee Lounge yang dimanfaatkan sebagai salah satu area istirahat bagi penumpang terdampak, sehingga penumpang memiliki ruang yang lebih nyaman untuk beristirahat.

"Posko di Terminal 1B telah dibuka untuk memperkuat koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan. Maskapai penerbangan juga membuka layanan di setiap terminal untuk memberikan informasi dan penanganan kepada masing-masing penumpang terdampak," kata dia.

photo
Petugas Bandara membagikan makanan ringan kepada calon penumpang terdampak penutupan sementara bandara di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026). PT Angkasa Pura Indonesia atau Injourney Airports mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak status Aerodrome Closed Bandara Soekarno-Hatta karena adanya indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan membagikan makanan ringan dan minuman. - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi