Selasa 01 Sep 2026 11:02 WIB

BI Salurkan 32,5 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT  

Puluhan ton bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan secara bertahap mulai pekan lalu.

Rep: Eva Rianti/ Red: Lida Puspaningtyas
Seremonial Pelepasan dan Penyerahan Bantuan Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT oleh Bank Indonesia (BI) di kawasan Museum BI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Foto: Republika/Eva Rianti
Seremonial Pelepasan dan Penyerahan Bantuan Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT oleh Bank Indonesia (BI) di kawasan Museum BI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menunjukkan kepeduliaan terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban dalam bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada pertengahan Agustus 2026 yang lalu. Bank Sentral mengirimkan total sebanyak 32,5 ton bantuan, mulai dari sembako, peralatan dapur, perlengkapan tidur dan shelter, hingga obat-obatan.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, BI menghaturkan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat NTT, belakangan ini. Musibah tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan material, tetapi juga meninggalkan luka bagi warga yang kehilangan sanak saudara. Ia berharap, bantuan yang dikirimkan oleh BI bisa meringankan beban para korban gempa bumi NTT. 

Baca Juga

Denny menekankan, di balik setiap kebijakan, BI memiliki komitmen untuk selalu hadir membawa kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, termasuk menjadi garda yang tanggap dan berdaya pada saat sebagian masyarakat menghadapi masa-masa kedaruratan bencana. 

“Sebagai wujud kepedulian yang konkret dan berkesinambungan, Bank Indonesia menyalurkan bantuan tanggap darurat dengan total tonase mencapai 32,5 ton yang telah dikirimkan secara bertahap kepada posko BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma untuk menyesuaikan dinamika kebutuhan masyarakat terdampak di setiap fase kedaruratan,” kata Denny dalam agenda Seremonial Pelepasan Bantuan Kemanusiaan NTT di kawasan Museum BI, Jakarta, Senin (31/8/2026). 

Perinciannya, bantuan sembako yang dikirimkan mencapai 18,73 ton, peralatan dapur 500 kilogram (kg), hygiene kit sebanyak 750 kg, peralatan kesehatan 327 kg, dan perlengkapan bayi 160 kg. Lalu, perlengkapan tidur dan shelter sebanyak 11,1 ton, family kit mencapai 208 kg, dan obat-obatan sebanyak 805,2 kg. 

Lebih lanjut, Denny menjelaskan, puluhan ton bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan secara bertahap mulai pekan lalu. Perinciannya, pengiriman pertama dilakukan pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan fokus pada kebutuhan mendesak pascakejadian, meliputi obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, serta perlengkapan higienitas. Jumlahnya yakni 8,5 ton atau tujuh truk penuh. 

Kemudian, pengiriman kedua dilakukan pada Kamis, 27 Agustus 2026, meliputi bahan pangan pokok (beras) dan air mineral dengan total sebanyak 9,7 ton atau satu truk komersial. 

Adapun pengiriman ketiga atau yang terakhir yakni pada Senin, 31 Agustus 2026. Bantuan yang disalurkan yakni meliputi tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, dan makanan siap saji sebanyak 14,3 ton dengan menggunakan tiga truk komersial. 

“Kami berharap kehadiran bantuan ini dapat sedikit meringankan beban, sekaligus menguatkan hati saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Kami ingin menyampaikan satu pesan sederhana kepada masyarakat terdampak, bahwa ada banyak tangan yang ingin membantu, banyak hati yang turut merasakan, dan banyak doa yang terus dipanjatkan kepada NTT,” terang Denny. 

Denny menambahkan, ikhtiar BI tidak berhenti sampai di situ. Program kemanusiaan di NTT dipastikan akan dilanjutkan melalui program sosial terkait dengan pemulihan pascabencana lainnya yang meliputi perbaikan dan pemulihan sarana terdampak bencana. Antara lain rumah ibadah, sekolah, MCK, pembangunan sumur bor di wilayah terpencil, penyediaan sarana pendidikan, sarana ibadah, serta layanan kesehatan.

 

photo
Seremonial Pelepasan dan Penyerahan Bantuan Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT oleh Bank Indonesia (BI) di kawasan Museum BI, Jakarta, Senin (31/8/2026). - (Republika/Eva Rianti)

Berita Lainnya

Rekomendasi