Kamis 27 Aug 2026 17:50 WIB

KUR Perumahan Rp880 Miliar Disalurkan untuk 7.100 Debitur

Penyaluran KUR perumahan dilakukan bersamaan dengan akad massal rumah subsidi.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan sambutan dalam pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten pada Kamis (27/8/2026).
Foto: Andi Muhyiddin/Republika
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan sambutan dalam pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten pada Kamis (27/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan KUR perumahan senilai Rp880 miliar telah disalurkan kepada 7.100 debitur. Penyaluran tersebut bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong masyarakat memiliki hunian yang layak.

Maruarar mengatakan penyaluran KUR perumahan dilakukan bersamaan dengan akad massal rumah subsidi pada 31 Juli di Batang. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 62.710 unit rumah subsidi diakadkan secara serentak dan tersebar di 372 kabupaten/kota.

Baca Juga

"Pada saat itu juga dilaksanakan KUR perumahan senilai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur," kata Menteri PKP dalam Danantara Housing Expo 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurut Maruarar, capaian tersebut menunjukkan dukungan pembiayaan yang dibangun pemerintah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Dia menilai pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah.

Ia menilai dukungan pembiayaan perumahan tahun ini juga cukup besar. Melalui kredit program perumahan, telah disiapkan dukungan dana sebesar Rp50 triliun untuk sisi suplai dan permintaan.

Dukungan tersebut diperkuat dengan kebijakan Bank Indonesia yang melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) dari lima persen menjadi empat persen. Maruarar menyebut kebijakan itu memberikan tambahan likuiditas sekitar Rp80 triliun untuk mendorong peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kuota FLPP kemudian meningkat dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 350.000 unit rumah subsidi pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Maruarar menyebut jumlah tersebut sebagai kuota terbesar sepanjang sejarah.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi