Rabu 05 Aug 2026 11:00 WIB

BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara, Transaksi Wondr Tumbuh 110 Persen

Pendapatan bunga tumbuh, laba bersih tergerus tipis

Kiri-Kanan:  Direktur Risk Management BNI David Pirzada  Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan  Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026, ditopang pertumbuhan kredit 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun, dengan kualitas aset yang tetap terjaga tercermin dari perbaikan loan at risk (LAR) menjadi 8,1�n rasio non performing loan (NPL) yang terjaga di level 1,9%.
Foto: Rilis
Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026, ditopang pertumbuhan kredit 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun, dengan kualitas aset yang tetap terjaga tercermin dari perbaikan loan at risk (LAR) menjadi 8,1�n rasio non performing loan (NPL) yang terjaga di level 1,9%.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik serta ekonomi global yang dinamis.

Pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi dengan baik, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan menjadi fondasi BNI dalam menciptakan pertumbuhan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan terus memperkuat

fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.

"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber

daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini

memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," ujar Putrama, Rabu (4/8/2026) dalam rilis yang diterima pers.

Menurut Putrama, arah pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.

Transformasi digital dan penguatan jaringan menjadi salah satu penggerak utama

peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis BNI. Hingga akhir Juni 2026, jumlah

pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan. Sementara pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu,

dengan volume transaksi tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp 6.039 triliun. Pertumbuhan

tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi.

Dari sisi jaringan, implementasi BRAVE atau Branch, Region & Area Value Empowerment kini

telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program tersebut memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta

mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah.

Putrama menuturkan, transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari

strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi yang semakin lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

"Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah," ujar Putrama.

Dengan penguatan strategi bisnis, transformasi organisasi, dan digitalisasi yang dijalankan

secara konsisten, BNI optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

sumber : Rilis
Berita Lainnya

Rekomendasi