Sabtu 01 Aug 2026 14:20 WIB

Harita Nickel Raih Pendapatan Rp 17,1 Triliun pada Semester I 2026

Perseroan memperkuat rantai nilai terintegrasi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Harita Nickel menggenjot pemanfaatan energi bersih untuk menekan emisi karbon.
Foto: Harita Nickel
Harita Nickel menggenjot pemanfaatan energi bersih untuk menekan emisi karbon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel membukukan pendapatan sebesar Rp 17,1 triliun pada semester I 2026. Kinerja tersebut ditopang disiplin operasional serta optimalisasi kapasitas produksi di tengah tantangan industri nikel global.

Direktur Keuangan Harita Nickel Suparsin Darmo Liwan mengatakan perseroan tetap berfokus menjaga efisiensi operasional dan keandalan produksi di seluruh rantai nilai terintegrasi.

Baca Juga

"Sepanjang semester pertama tahun ini, industri nikel global masih mengalami berbagai tantangan. Dalam kondisi tersebut, kami tetap berfokus menjaga operasional yang efisien, andal, dan terukur di seluruh rantai nilai terintegrasi. Optimalisasi kapasitas produksi mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja penjualan di sejumlah segmen," ujar Suparsin dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Harita Nickel menyampaikan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Menurut Suparsin, perusahaan terus mengoptimalkan rantai nilai terintegrasi serta memperkuat praktik usaha yang bertanggung jawab untuk menjaga keandalan produksi dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi operasional, peningkatan penjualan bijih nikel dibandingkan periode yang sama tahun lalu turut menopang kinerja perseroan. Peningkatan tersebut didukung mulai beroperasinya fasilitas tambang baru PT Gane Tambang Sentosa (GTS) sejak kuartal III 2025, serta bertambahnya lini produksi fasilitas pirometalurgi PT Karunia Permai Sentosa (KPS).

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi