REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang fokus mendampingi segmen ultra mikro di Indonesia. Kinerja laba Bank tetap ditopang oleh kualitas pembiayaan yang sehat, mencerminkan perilaku unggul yang dilakukan oleh nasabah dalam mengelola usaha serta efektivitas pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh perseroan.
Bagi BTPN Syariah, kualitas pembiayaan tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menjadi indikator tumbuhnya kapasitas dan daya tahan nasabah. Selama 12 tahun terakhir, perseroan memberikan akses keuangan sekaligus pendampingan bagi segmen ultra mikro dalam mengembangkan usaha dan menciptakan kehidupan yang lebih berarti bagi keluarga mereka.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah," ujar Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/7/2026) malam.
"Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan.” katanya menambahkan.
Pada saat yang sama, bank juga membuka ruang pertumbuhan baru pada pengembangan pembiayaan nonkomunitas yang merupakan bagian dari strategi jangka Panjang, seperti pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga nonkeuangan. Melalui perluasan segmen pembiayaan ini, manajemen berupaya memperkuat fondasi bisnis, membuka peluang pertumbuhan baru dan berkelanjutan, serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
Adapun sepanjang semester pertama 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 655 miliar. Aset mencapai Rp 23 triliun, tumbuh delapan persen secara yoy. Sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp 11 triliun, tumbuh Sembilan persen secara yoy dengan rasio keuangan yang tetap solid, tecermin dari Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 58,7 persen.